Guest Lecture from Kaohsiung Medical University Taiwan

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 28 April 2017

NERS NEWS - Hari Jumat (7/4) lalu bertempat di RK. Florence Nightingale Fakultas Keperawatan UNAIR kedatangan tamu dari Kaohsiung Medical University Taiwan. Ya-Ping, Yang RN. PhD sebagai pemateri dalam guest lecture dengan judul “Different research designs for dementia field” dan “Effectiveness of Aroma-massage on Alleviating Behavioral and Psychological Symptoms of Patients with Dementia” didampingi oleh rekannya ‘Kai-Li’. Hadir dalam kesempatan tersebut Ibu Tiyas Kusumaningrum, S.Kep.Ns., M.Kep selaku Kaprodi S1 FKp Unair dan ibu Ika Nur Pratiwi, S.Kep.Ns., M.Kep selaku faculty ambassador. Acara ini diikuti oleh mahasiswa Keperawatan S1 dan S2 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga untuk menambah wawasan mereka mengenai research dan knowledge.

Ide research pada judul pertama muncul dari masalah lansia dengan penurunan kognitif dan masalah komunikasi yang selalu kesulitan dalam menyampaikan rasa haus. Sehingga tenaga kesehatan kesulitan dalam mengartikan bahwa lansia tersebut sedang kehausan. Hal tersebut yang memunculkan ide untuk memasukkan “haus” kedalam checklist pengkajian kebutuhan. Tujuan research ini yaitu untuk mengidentifikasi karakteristik yang berhubungan dengan perilaku dan gejala psikologi dari kebutuhan kehausan dan meningkatkan tools yang handal dan lebih valid pada pasien demensia. Alat tersebut dapat membantu perawat, petugas kesehatan lain dan anggota keluarga dalam memahami kebutuhan haus pada pasien demensia. Hasil research menyebutkan bahwa pada pasien dengan dementia sedang atau vaskular demensia menunjukkan rasa haus dengan karakter “mengulang kalimat atau pertanyaan tanpa maksud tertentu”, sedangkan pada pasien dengan demensia berat atau tipe Alzheimer menunjukkan dengan karakteristik “gelisah dan cemas”. Mengingat populasi lansia yang semakin meningkat, menjadi salah satu penyebab demensia sebagai masalah kesehatan masyarakat yang mendunia. Pengobatan psikotropik merupakan jalan utama dalam mengelola agitasi dan depresi lansia yang menyebabkan peningkatan efek samping dan biaya pada lansia.

Non-pharmakologis merupakan strategi yang dapat direkomendasikan sebagai pengganti obat-obatan. Hal diatas merupakan ide yang didapatkan ibu Yang untuk menuliskan penelitian “Efektivitas Aroma-Pijat untuk Mengurangi Gejala Perilaku dan Psikologi Pasien dengan Dementia”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek aroma-pijat dalam mengurangi agitasi dan suasana hati depresi lansia demensia. Subjek penelitian mendapatkan aroma-pijat pada bagian leher, bahu dan lengan. Hasil penelitian menunjukkan pada hari setelah aroma-pijat di minggu kedua, jumlah perilaku agitasi pada kelompok kontrol meningkat secara signifikan dibandingkan dengan kelompok eksperimen. Pada minggu kelima dan kesembilan angka perilaku agitasi pada kelompok eksperimen menurun secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada minggu kesembilan angka perilaku agitasi kelompok eksperimen berada pada posisi yg sama daripada kelompok kontrol. Hasil penelitian ini dapat diterapkan oleh penyedia layanan kesehatan di fasilitas perawatan jangka panjang sebagai rencana intervensi yang lebih efektif untuk mengurangi agitasi dan suasana hati depresi pasien demensia.

Lansia adalah makhluk yang telah melewati jalan yang sangat panjang, sehingga pemuda-pemudi mendapat kesempatan untuk memutar mundur waktu dengan mendengarkan sejarah dari lisan nya. Melaluinya kita mendapatkan nilai yang berharga dari sebuah pengalaman dan memuliakan lansia merupakan hal yang terhormat. Salam perawat sejawat.

 

Penulis: Student Ambassador FKp Unair

Pin It
Hits 131

Terpopuler