Kunjungan ke Alfred Hospital “Trauma Centre” di Melbourne, Australia

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 11 Oktober 2017

NERS NEWS - Pada tanggal 9 Oktober 20117, Tim Delegasi FKP UNAIR berkesempatan untuk berkunjung ke Alfred Hospital, Melbourne, Australia. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Implementation Outbond Mobility Program ke La Trobe University, Australia. Alfred Hospital adalah salah satu lahan rumah sakit jejaring dari La Trobe University. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit yang memiliki spesifikasi terhadap penanganan kasus Trauma. Letak yang strategis di Commercial Rd, Melbourne membuat aktivitas di rumah sakit ini padat setiap hari. Rumah sakit ini didukung dengan fasilitas canggih dan staff yang memiliki kompetensi khusus terhadap penanganan kasus trauma. Bahkan setiap harinya ada helicopter yang mendarat di gedung atas rumah sakit untuk mengevakuasi korban dengan kasus trauma di seluruh wilayah Victoria, Melbourne.

Berdampingan dengan Alfred Hospital, terdapat Alfred Centre, BAKER institute sebagai pusat research jantung dan diabetes, dan gedung dengan spesifikasi khusus lainnya. Di Alfred Centre, rombongan bertemu dengan Prof Bill Mc Guines. Beliau adalah penanggung jawab proses pembelajaran keperawatan di Alfred Hospital. Beliau menjelaskan tentang kurikulum pembelajaran di Alfred Hospital. Penjelasan itu sangat bermanfaat bagi kami karena beliau menunjukkan keharmonisan dan keseimbangan antara research, education, dan practice yang di terapkan di Latrobe University.

Prof Bill McGuines memiliki ruangan klinik strategis khusus wound clinic di Alfred Hospital dan hanya perawat yang dapat mengaksesnya. Beliau juga menjelaskan bahwa ada beberapa hari tertentu saat beliau harus merawat pasien di klinik tersebut. Hal itu sangat berkesan bagi kami, bahwa seorang perawat dengan pendidikan tinggi bukan semakin menjauh dari dunia praktek keperawatan tapi semakin dekat dengan pasien dengan mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan. Klinik rawat luka merupakan area keperawatan yang tepat untuk mengaplikasikan skill secara mandiri sebagai perawat.

Kami juga mengunjungi Acute Nursing B Workshop. Kegiatan pembelajaran yang sangat produktif untuk melatih mahasiswa berpikir kritis terhadap suatu kasus yang disampaikan oleh dosen. Kami megikuti 2 topik yaitu Gastrointestinal dan Hematologi. Mahasiswa dibagi dalam 3 kelompok, kemudian dosen menugaskan mahasiswa untuk menyelesaikan case study yang telah diberikan dengan menentukan tindakan asuhan keperawatan yang tepat untuk menangani kasus tersebut. Berlatih untuk berpikir kritis sangat bermanfaat bagi mahasiswa tersebut untuk belajar menentukan keputusan yang cepat dan tepat terhadap asuhan keperawatan yang akan dilakukan untuk pasien.

Agenda terakhir kami yaitu overview ICU dan Emergency Department. Kami sangat terkesan dengan ruang ICU yang luas, 45 bed dengan sistem 1 pasien-1 perawat. Sehingga ada 45 perawat yang berjaga di setiap shift. Terdapat 3 bagian di ruang ICU yaitu, surgical, general trauma, and serious trauma. Kami juga mengunjungi unit emergency. Terdapat 30 bed di ruang tersebut. Setiap perawat menangani 2-3 pasien. Satu hal yang sangat menarik disini, sistem komputer elektronik menggunakan perangkat canggih yang telah diprogram khusus untuk penanganan pasien gawat darurat, sehingga memudahkan perawat dalam memberikan intervensi dalam waktu cepat. Dengan memasukkan tanda vital dan hasil pemeriksaan lainnya, monitor komputer memberikan jawaban tindakan yang harus segera dilakukan. Setiap bilik unit trauma di ruang emergency ini memiliki fasilitas X-Ray dan ada petugas radiologi yang melakukannya.

Penulis: Nuning Khurotul Af’ida, S.Kep. Ners.

  

Pin It
Hits 148

Terpopuler