Kunjungan Japanese Red Cross Kyushu International College of Nursing di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 16 April 2018

NERS NEWS - Kunjungan mahasiswa asing ke Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Senin (26/3), Fakultas Keperawatan UNAIR menyambut kedatangan tamu 2 mahasiswa dan profesor dari JRCKICN (Japanese Red Cross Kyushu International College of Nursing). Kegiatan kunjungan mahasiswa asing ini biasa disebut dengan istilah student inbound.  Kunjungan dari JRCKICN berlangsung selama 4 hari, selain mempelajari proses pembelajaran di Fakultas Keperawatan, mereka juga mengunjungi beberapa tempat pelayanan kesehatan yang ada di Surabaya untuk menambah wawasan pengetahuan tentang keperawatan di Indonesia.

Kegiatan pertama mahasiswa Jepang diawali dengan mengikuti kuliah yang disampaikan oleh Bapak Yusuf selaku Dosen Keperawatan Jiwa sekaligus Wakil Dekan 3 Fakultas Keperawatan UNAIR. Materi yang disampaikan adalah “Kondisi Keperawatan Kesehatan Mental di Indonesia”. “Saya sangat tertarik dengan materi yang disampaikan, meskipun ini masih tahun pertama saya masuk kuliah tapi saya sangat senang karena mendapatkan ilmu baru tentang keperawatan jiwa yang belum saya dapatkan di kampus saya.” papar Momoko salah satu mahasiswa JRCKICN yang mengikuti kuliah tersebut. Diakhir perkuliahan Bapak Yusuf memberikan nasihat kepada mahasiswa JRCKICN untuk menikmati hidup mereka, menyenangi apa yang dimiliki sekarang, bersyukur atas segala pencapaian yang diraih, dan memberikan semangat postif bagi orang disekitar sehingga mental dan jiwa yang kuat akan didapat bagi masing-masing individu.

Selesai mengikuti kuliah, kegiatan selanjutnya adalah mengunjungi laboratium sekaligus simulasi praktek dari beberapa departemen laboratium yang didampingi oleh Bu Atul selaku salah satu petugas laboratorium dan anggota SA (Student Ambassador) FKp. Dari total 8 jumlah laboratium yang ada di Fakultas Keperawatan, mahasiswa JRCKICN mendapatkan kesempatan untuk melakukan simulasi praktek memasang restrain, memakai baju lansia, serta mendengarkan suara jantung dan suara napas manusia baik yang normal maupun yang tidak normal. “Ini adalah pengalaman pertama saya untuk melakukan simulasi ini karena di tempat kami masih belum diajarkan terkait lab skill. Saya sangat senang atas ilmu yang diberikan dan ini menjadi pengetahuan baru bagi kami.” papar Yukino  salah satu mahasiswa JRCKICN.

Momoko dan Yukino menyampaikan rasa terima kasih atas ilmu yang disampaikan dan simulasi praktek laboratorium yang belum pernah mereka dapatkan di bangku kuliah. Mereka berharap suatu saat nanti dapat mengunjungi kembali Fakultas Keperawatan UNAIR untuk mempelajari hal-hal baru yang kemudian akan dibagikan kepada teman mereka di JRCKICN.


Penulis: Yenny Paramitha

Pin It
Hits 39

Terpopuler