INFORMASI TEST ELPT (CLICK HERE) IDE MAHASISWA KEPERAWATAN LAKUKAN PEMBERDAYAAN MELALUI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN TANAMAN SIRIH (LOPANG BERSERI)

IDE MAHASISWA KEPERAWATAN LAKUKAN PEMBERDAYAAN MELALUI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN TANAMAN SIRIH (LOPANG BERSERI)

  • By Titis Nurmalita Dianti
  • In Ners News
  • Posted 14 Agustus 2021

NERS NEWS - Lopang merupakan salah satu desa di Kabupaten Lamongan dengan prevalensi angka kesakitan yang tinggi dan beberapa masalah pengembangan pertanian yang hingga sekarang menjadi penopang utama perekonomian lokal. Banyak masyarakat mengeluhkan sakit diabetes, hipertensi, hingga masalah lambung. Kasus ini menyebabkan masyarakat harus mendapatkan penatalaksanaan farmakologis (obat kimia) dampak kimiawi yang secara berkelanjutan dapat menyebabkan efek toksik apabila dikonsumsi secara menahun menimbulkan kekhawatiran yang menyebabkan masyarakat enggan mengkonsumsi obat-obatan kimia.

Oleh karena itu, Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga menawarkan solusi bagi permasalahan yang ada dengan melakukan pemberdayaan mandiri melalui budidaya dan pengolahan tanaman sirih. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh SKINers BEM Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga yang berhasil lolos PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa) tahun 2021.

Salah satu bentuk LOPANG BERSERI adalah menawarkan solusi dalam memenuhi kebutuhan pangan dan alternatif mata pencaharian yakni dengan pembimbingan kelas entrepreneur modern (Pembuatan teh dan Kue) berbasis web serta budidaya tanaman sirih berbasis Ardunino Uno. Kepala Desa Lopang memiliki harapan di masa depan agar diadakannya budidaya tanaman toga sebagai alternatif solusi angka kesakitan dan peningkatan ekonomi UMKM di desa tersebut.

Yunia Ika Wahyuningsih, selaku ketua mengatakan dalam kegiatan ini juga menawarkan kelas bisnis. Hal ini guna membina masyarakat Lopang khususnya Ibu Rumah Tangga untuk memulai bisnis baru dengan prospek yang baik. Pemilihan produk ini juga menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah kesehatan warga Lopang dan masyarakat umum, untuk menghilangkan stigma pahit pada pengobatan alternatif.

“Program PHP2D Lopang Berseri adalah kegiatan yang memberdayakan Ibu Rumah Tangga (IRT) melalui budidaya, pengolahan daun sirih menjadi teh, dan pemasarannya. Yang kegiatannya diadakan selama 5 bulan”. Imbuhnya.

Pemberdayaan masyarakat khususnya ibu rumah tangga dilakukan menggunakan metode community based secara offline (langsung) maupun online dengan memperhatikan 9 prinsip pendekatan kemasyarakatan yaitu kemitraan, advokasi, pemberdayaan, analisis (analisis internal dan eksternal tentang kondisi nyata masyarakat), swadaya (bertumpu pada swadaya masyarakat sendiri), integrasi, terfokus, aksi nyata, serta sustainabilitas.

Yunia mengatakan, program pendukung lain yang diusulkan adalah program kesehatan dilakukan dengan mengadakan sosialisasi kesehatan mengenai hidup sehat pasca pandemi, sosialisasi penyakit tidak menular (PTM), medical check up (tensi denyut nadi, berat badan, kolesterol dan gula darah), dan sosialisasi K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja) selama proses budidaya dan produksi LOPANG BERSERI pada Ibu Rumah Tangga (IRT). Program kedua yaitu pendidikan dengan mengadakan belajar bareng SKINers yang terdiri dari pelatihan budidaya, dan kewirausahaan.

“Kami juga menawarkan program pendukung lainnya, yaitu mengenai kesehatan. Disetiap 4 minggu kami akan melakukan medical check up untuk memantau perkembangan kesehatan masyarakat dan kami membudayakan masyarakat agar minum teh daun sirih untuk menambah kualitas kondisi kesehatannya”. Tambahnya.

Harapan setelah dilakukan PHP2D Lopang Berseri ini ibu-ibu rumah tangga Desa Lopang dapat meningkatkan perekonomian dan masyarakat dapat meningkatkan kualitas kondisi kesehatan dengan mengkonsumsi produk teh daun sirih.

Penulis : Umi Maghfiroton Fitri (Airlangga Nursing Journalist)
Editor : Titis Nurmalita Dianti (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 356

Add comment


Security code
Refresh