INFORMASI TEST ELPT (CLICK HERE) IDE KREATIF MAHASISWA KEPERAWATAN UNAIR “DEODORANT SPRAY ALAMI DARI BELIMBING SAYUR DAN LAVENDER (DEOAVBI)”

IDE KREATIF MAHASISWA KEPERAWATAN UNAIR “DEODORANT SPRAY ALAMI DARI BELIMBING SAYUR DAN LAVENDER (DEOAVBI)”

  • By Risky Nur Marcelina
  • In Ners News
  • Posted 04 September 2021

NERS NEWS - Masalah bau badan dapat diatasi dengan menjaga kebersihan tubuh dan menggunakan sediaan topikal khusus seperti deodorant. Deodorant adalah sediaan kosmetika yang mengandung antiseptik untuk menahan atau mengurangi dekomposisi bakteri sehingga dapat mengontrol bau badan. Deodoran dapat dibuat dari bahan herbal maupun sintetis. Namun, bahan herbal relatif lebih aman untuk deodorant daripada bahan sintetis. Salah satu bahan herbal yang memiliki fungsi sebagai antibakteri adalah daun belimbing sayur atau belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.).

Tanaman belimbing wuluh sangat mudah ditemukan di Indonesia. Daun belimbing wuluh belum banyak dimanfaatkan, hanya dibiarkan gugur begitu saja, padahal daun belimbing wuluh memiliki kandungan fitokimia berupa flavonoid, saponin, triterpenoid, tanin, steroid, dan alkaloid yang diantaranya memiliki efek antibakteri. Dengan teknologi dan peralatan yang ada, Mahasiswa Keperawatan Universitas Airlangga berhasil melakukan pemanfaatan daun belimbing wuluh sebagai produk “DEOAVBI” Deodorant Spray Alami dari Daun Belimbing Sayur (Blimbi) dan Lavender. Ide ini berhasil membawa Tim Mahasiswa Keperawatan Universitas Airlangga menuju lolos pendanaan PKM 2021.

Produk “DEOAVBI" ditawarkan dengan desain yang menarik, praktis, dan mudah digunakan sehingga menjadi sebuah produk deodorant yang “travel friendly”. Dengan menghindari risiko bagi konsumen, produk ini mengandung bahan alam yang unik dan belum ada di pasaran berupa daun belimbing sayur. Selain itu, produk ini dijual dengan harga yang terjangkau. Walaupun begitu, harga yang ditawarkan tidak mengurangi kualitas bahan yang digunakan.

Iswatun Hasanah selaku ketua tim mengatakan tujuan dari Deoavbi adalah untuk mengetahui cara mengolah daun belimbing sayur menjadi produk deodoran antibakteri. Serta dapat meningkatkan nilai jual dari daun belimbing sayur untuk dijadikan produk inovatif yang bernilai ekonomis dan mengubah anggapan masyarakat mengenai daun belimbing sayur.

“Dengan adanya produk ini, harapan nantinya kami dapat memasarkannya di Surabaya dan sekitarnya. Serta memperluas pemasaran ke seluruh Indonesia agar masyarakat umum di seluruh Indonesia dikenal masyarakat mengenai khasiat atau manfaat dari daun belimbing sayur dan lavender sebagai deodoran yang alami ”, imbuhnya.

Pembuatan “DEOAVBI" dilakukan di rumah produksi yang terletak di Jalan Simorejo Surabaya. Pembuatan “DEOAVBI" mulai dari pembuatan hingga pemasaran produk dilakukan dalam jangka waktu empat bulan, yaitu April-Juli 2021. Alat yang digunakan dalam pembuatan “DEOAVBI" antara lain beaker glass, gelas ukur, dan botol spray. Sedangkan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan “DEOAVBI" antara lain ekstrak kulit daun belimbing sayur, minyak esensial lavender, shea butter, tepung maizena, baking soda, minyak vitamin E, dan air serta kemasan produk berupa botol spray.

Isna menyebutkan bahwa di kegiatan pkm ini ia dan tim belajar banyak mulai tentang penulisan proposal, keuangan, penjualan dan marketing penjualan. Dalam PKM ini juga banyak mendapatkan masukan membangun dari dosen pembimbing yang membuat kelompok kami menjadi lebih baik lagi.

“Harapan dari kami, semoga ide ini dapat membawa kami untuk mendapatkan juara dalam PIMNAS 2021 dan menjadikan produk kami dikenal oleh masyarakat luas serta bermanfaat di kehidupan sehari-hari”, harapnya.

Penulis : Umi Maghfiroton Fitri (Airlangga Nursing Journalist)
Editor : Risky Nur Marcelina (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 368

Add comment


Security code
Refresh