Cukakubal (Cuci Tangan, Alas Kaki, Potong Kuku, dan Terapi Herbal)” Sebagai Upaya Preventif Kecacingan pada Anak Usia Sekolah

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 30 Oktober 2018

NERS NEWS - Penyakit cacingan merupakan suatu  gangguan kesehatan yang sering terjadi pada anak akibat adanya cacing di dalam tubuh sehingga menimbulkan dampak yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak, terlebih lagi pada anak usia sekolah yang daya imunitas tubuhnya masih lemah. Cacingan pada umumnya menyerang anak-anak usia sekolah. Data WHO juga menunjukkan, lebih dari 270 juta anak usia prasekolah dan lebih dari 600 anak usia sekolah tinggal di area dengan sanitasi yang tidak bersih dimana cacing bisa berkembang biak dengan cepat. Berdasarkan data yang diperoleh dari pengkajian Winshield Survey pada tanggal 08 - 10 Oktober 2018, didapatkan jumlah anak usia sekolah di RW 03 RT 01 dan 05 sebanyak  67 anak. Dari data tersebut ditemukan bahwa banyak anak usia sekolah tidak cuci tangan pakai sabun, 11 anak dengan riwayat cacingan serta banyak anak yang bermain tanpa alas kaki. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah ini berisiko cacingan pada kelompok anak usia sekolah.

Saat ini Ners Muda angkatan B19 sedang melaksanakan Program Pendidikan Profesi Ners stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga di wilayah RW 03 Medokan Semampir Surabaya dibawah bimbingan Ibu Elida Ulfiana, S.Kep., Ns., M.Kep dan Dr. Makhfudli S.Kep., Ns., M.Ked.Trop, merasa tertarik untuk memberikan penyuluhan terkait pencegahan cacingan pada anak TPQ  Syifa’ul Qulub RW 03 Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Hal ini merupakan salah satu intervensi keperawatan sebagai prevensi primer. Tujuan penyuluhan ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang cacingan, dan meningkatkan perilaku anak mencegah cacingan. Materi yang diberikan adalah pengertian cacingan, penyebab dan cara penularan cacingan, gejala penyakit cacingan, dampak bahaya cacingan serta pencegahan cacingan. Pencegahan cacingan ini kita sebut Cukakubal (Cuci Tangan, Alas Kaki, Potong Kuku, dan Terapi Herbal)”.

Langkah pertama yaitu mencuci tangan sebelum makan. Hal ini karena dengan mencuci tangan sebelum makan akan meminimalisasi masuknya telur cacing ke mulut sebagai agen masuk pertama ke tempat berkembang biak cacing di perut anak. Kedua dengan mengajarkan anak untuk memakai alas kaki jika menginjak tanah. Ketiga memotong dan membersihkan kuku anak secara teratur. Keempat mengajarkan anak untuk tidak membuang air besar sembarangan dan cuci tangan setelah BAB. Keenam, pencegahan cacingan bisa dilakukan dengan mengkonsumsi minuman herbal seperti kunyit. Metode yang dilakukan yaitu ceramah dan diskusi, serta simulasi. Media penyuluhan berupa poster. Evaluasi menggunakan form pre test dan post test. Sebelum dilakukan penyuluhan terlebih dahulu dilakukan pre test pada peserta TPQ, selanjutnya setelah penyuluhan dilakukan post test. Hal ini dilakukan agar mengetahui peningkatan pengetahuan setelah peyuluhan kesehatan tentang pencegahan kecacingan. Didapatkan hasil yang signifikan yaitu rerata pre test sebesar 32,94 dan post tes 58,82. Hal tersebut menunjukan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dari penyuluhan yang telah dilaksanakan. Mari kita memberikan sumbangsih pada masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan manusia Indonesia dari hal kecil. RW 03 Mesem: We did it!

Penulis: Ahmad Eko Wibowo, S.Kep /Elida Ulfiana S.Kep.Ns., M.Kep

Pin It
Hits 168

Terpopuler






Berita Terbaru