Innovasi membuat bathbomb untuk nyeri otot Mahasiswa Fakutas Keperawatan Universitas Airlangga meraih Gold Medal di Taiwan

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 27 November 2018

NERS NEWS - Mahasiswa Fakutas Keperawatan Universitas Airlangga meraih Gold Medal dalam kompetisi International Innovation and Invention Competition (IIIC) yang diadakan di Ambassador Hotel Taipei, Taiwan, 8 November 2018. Prestasi itu diraih Ardina Nadya Wahyuhermanto, Achmad Ubaidillah Mughni, Endah Desfindasari dan Rizky Try Kurniawati. Keempatnya mengangkat ide pemanfaatan daun jarak sebagai alternatif untuk penyembuhan rasa nyeri pada penyakit nyeri otot (myalgia) yang dikemas dalam bentuk “Bathbomb” dengan fungsi yang optimal. Ide ini berawal dari melihat kebiasaan masyarakat terutama orang tua yang memanfaatkan rebusan daun jarak (Jatropha Curcas L.Euphorbiaceae) yang digunakan untuk mandi sebagai upaya penghilang nyeri badan, kami meringkas proses perebusan ini dengan kemasan yang akan disukai oleh masyarakat kekinian (Bathbomb), ujar Ardina. 

NICE: No Pain With Jatropha Curcas L.Euphorbiaceae sebagaimana nama yang diidekan, memanfaatkan dari kandungan daun jarak. Tumbuhan ini dikenal sebagai tanaman pagar serta obat tradisional oleh masyarakat sehingga menjadi hal yang tepat untuk digunakan sebagai inovasi secara alami untuk mencegah anti pegal di semua usia. Ubaid menambahkan produk ini cocok sekali digunakan masyarakat, terutama mahasiswa yang sering mengeluh pegal atau nyeri otot setelah beraktivitas seharian di kampus. Produk NICE diproduksi dengan penambahan minyak zaitun untuk memaksimailkan penyembuhan dan mengurangi rasa nyeri pada penyakit rematik. Minyak zaitun dikenal dapat memperlancar aliran darah dan penebalan tulang untuk mencegah timbulnya nyeri pada penyakit myalgia. Alhamdulilah, setelah berjuang selama ini, yang berawal dari niat kami untuk mengikuti kompetisi di India, namun ternyata acara yang diselenggarakan dibatalkan dan akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti event lomba dari kompetisi International Innovation and Invention Competition (IIIC) di Taipei, Taiwan. Kami membuat abstrak, essay, poster, dan produk, sempat merasa khawatir tidak mendapatkan juara, namun akhirnya kami meraih penghargaan Gold Medal, kata Ardina. Terkait prestasi yang diraih mahasiswanya Retno Indarwati, S.Kep.Ns., M.Kep. selaku dosen pembimbing menyatakan rasa syukur dan innovasi ini masih butuh dikembangkan lebih lanjut agar dapat dipasarkan dan menarik banyak minat dari masyarakat.

Penulis: Ubaid

Pin It
Hits 254

Terpopuler