Gerak Serempak Menggemakan Lagi Keluarga Berencana untuk Mengantisipasi “Unmeet Need Kontrasepsi”

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 29 November 2018

NERS NEWS - Tiap anak bawa rejekinya masing- masing tidak perlu dibatasi, sering kita dengar di lingkungan masyarakat seperti pepatah “Banyak Anak Banyak Rejeki”. Namun seiring dengan kemajuan pembangunan pertambahan anggota baru dalam lingkup keluarga sangat berhubungan erat dengan kesehatan ibu jika  sering hamil melahirkan dan terkait juga dengan pemenuhan kebutuhan dasar 3A Anak yaitu (Asah, Asih, Asuh). Maka sangat penting bagi Pasangan Usia Subur untuk  mengendalikan potensi masa produktif. Keluarga  berencana sudah dicanangkan  secara  resmi oleh Pemerintah  Indonesia  melalui dibentuknya  BKKBN  sejak tahun 1970 meskipun perintisan KB sudah pada periode  sebelumnya dengan semboyan 2 anak cukup, karena  2 anak  yang akan menggantikan kedudukan orang tua, sehingga secara  demografi struktur kependudukan diharapkan stabil. Namun beberapa studi menunjukkan banyak pasangan usia subur yang mengalami Unmeet Need Kontrasepsi, pasangan usia subur kelompok milenial kurang tertarik menggunakan kontrasepsi efektif, cenderung mencoba-coba kontarasepsi alami dengan  kegagalan KB yang tinggi sehingga  terjadi kehamilan yang tidak terencana.

Keadaan tersebut menjadi pertimbangan bagi mahasiswa  Alih Jenis II B21 bekerja sama dengan tim Keperawatan Maternitas melaksanakan Project Based Learning dengan tema “Keluarga Berencana: Keluarga Bahagia” pada hari  Sabtu, 24  November  2018 di di Kelurahan Gebang Putih Sukolilo Surabaya. Kegiatan  dibuka langsung oleh  Bapak  Agus  selaku Lurah Gebang Putih  didampingi ibu Ketua Penggerak PKK Kelurahan, diawali dengan menyangikan lagu Kebangsaan Indonesia  Raya dan Mars PKK. Bapak Lurah menyampaikan “apresiasi kegiatan mahasiswa yang secara langsung ke masyarakat menyampaikan materi yang di dapat di kampus, karena sebaik-baiknya ilmu adalah yang bermanfaat dengan diamalkan bukan dijual”. Kegiatan juga dihadiri  oleh 2 orang  petugas Kesehatan  Puskesmas Klampis dan Perwakilan Tim Dosen  Keperawatan Maternitas Ibu Ni Ketut Alit Armini, SKp., M.Kes. Peserta kegiatan  sebanyak 29 orang  perwakilan kader PKK kelurahan yang sangat  antusias dan kritis menyimak  materi. Informasi  yang disampaikan pada prinsipnya  adalah proses  penyegaran untuk menggemakan  lagi  Keluarga  Berencana, sehingga kader PKK yang menjadi ujung tombak penggerak kesehatan masyarakat  dapat  mengingatkan dan memotivasi PUS yang  ada di lingkungan  tempat tinggal  kader untuk  mengikuti program Keluarga  Berencana dengan mempertimbangkan  aspek keamanan, efektifitas,  ekonomi, kondisi kesehatan, maupun penerimaan pasangan.

Kegiatan dilaksanakan dengan Brainstorming, Ceramah, Diskusi Atraktif (BCDA) dan Demontrasi Jenis Alat  Kontrasepsi. Banyak pertanyaan kritis yang disampaikan oleh  kader seperti tentang risiko kegagalan KB IUD, menyusui dan KB, Efek samping KB bagi kesehatan. Bagimana menghindari bahaya  efek samping kontrasepsi, dan lain- lainnya. Kegiatan juga disertai dengan pemberian doorprize alat rumah tangga, dan dan di akhir acara disertai dengan pemeriksaan kesehatan  dasar seperti tekanan darah dan tes gula darah. Materi PJBL yang dilaksanakan oleh mahasiswa diharapkan  getuk tular oleh Kader PKK kepada  Pasangan Usia Subur untuk mengantisipati ummet need KB karena KB tidak sebatas untuk keluarga sendiri yang bahagia  tetangga tidak peduli, tetapi scope yang lebih luas dari aspek sosial, kependudukan. Keluarga aman dan bahagia dengan keluarga berencana  maka masyarakat  jaya dan sejahtera.

Penulis: Lisa  Setyowati & NKA Armini

Pin It
Hits 321

Terpopuler