Ancaman Kematian Tersedak, Mahasiswa Fakultas Keperawatan Ajarkan Pertolongan Pertama saat Tersedak

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 17 Desember 2018

NERS NEWS - Kasus tersedak (corpus alienum) paling sering terjadi pada anak-anak. Menurut (Hull, Johnston, 2008 : 112), lebih dari  50 anak meninggal setiap tahun karena tersedak benda asing atau makanan. Saat tersedak, benda asing dapat masuk ke dalam saluran pernafasan dan dapat menyebabkan penyumbatan pada jalan nafas sehingga harus segera dilakukan tindakan untuk menanggulangi sumbatan tersebut.

Berdasarkan permasalahan tersebut, mahasiswa Fakultas Universitas Airlangga melakukan kegiatan penyuluhan dan simulasi tentang penanganan yang tepat pada -kasus  tersedak. Acara tersebut merupakan kegiatan project based learning (PJBL) yang merupakan bagian dari proses pembelajaran Keperawatan Kritis 1 program reguler angkatan 2015. Di bawah bimbingan Dosen Keperawatan Kritis, Ibu Erna Dwi Wahyuni, S.Kep., Ns., M.Kep, mahasiswa melaksanakan penyuluhan dan simulasi kepada siswa SMPN 45 Surabaya yang dilaksanakan Jum’at, 23 November 2018. Selain dihadiri oleh pihak dari Fakultas Keperawatan, acara ini juga dihadiri oleh pihak sekolah diantaranya Kepala SMPN 45 Surabaya berserta guru dan pembina kegiatan esktrakurikuler. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain  memberikan beberapa informasi dan demonstrasi kepada siswa terkait langkah-langkah yang tepat untuk pencegahan tersedak baik pada orang dewasa maupun bayi. Pertama, siswa diajarkan mengenai bagaimana mengetahui jenis-jenis tersedak dan penggolongannya. Jika dalam kategori ringan, biasanya orang tersebut masih sadarkan diri dan siswa dapat melakukan teknik menepuk punggung (back blow) dan dorongan pada perut (abdominal thrust). Dalam kategori berat, biasanya orang yang tersedak sudah tidak sadarkan diri sehingga dapat dilakukan bantuan hidup dasar (BLS). Selain itu, siswa juga diajak untuk saling berdiskusi dan mempraktekkan teknik-teknik yang telah diajarkan. Para siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil. Dalam grup tersebut setiap siswa diminta untuk mengulangi kembali beberapa materi yang diajarkan, serta mempraktekkan kembali secara individu bersama dengan temannya teknik yang telah diberikan.

Kegiatan project based learning (PJBL) ini dilaksanakan dengan lancar dan sukses dan disambut dengan antusias oleh siswa, guru dan pihak sekolah SMPN 45 Surabaya. Pihak sekolah berharap  kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan harapan dapat mengajarkan pada siswa ataupun masyarakat tidak hanya tentang penanganan yang tepat pada orang yang tersedak, tapi juga informasi yang lainnya sehingga  siswa dan masyarakat dapat menerapkan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Nia

Pin It
Hits 343

Terpopuler