Seoul International Invention Fair 2018

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 17 Desember 2018

NERS NEWS – Tiga mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp) dan satu mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga meraih medali perak dalam kompetisi Seoul International Invention Fair (SIIF), Seoul, Korea Selatan, yang dilaksanakan pada tanggal 6–8 Desember 2018. SIIF merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Korea Invention Promotion Association (KIPA). Mereka mengetahui lomba ini berawal dari Teguh Dwi Saputro (Ketua tim)  dan Yenny yang mengetahui informasi lomba ini dari adik kelasnya di keperawatan yang juga baru saja menang di ajang international yang diadakan di Jepang, kemudian mereka mencari even tersebut yang selanjutnya ternyata diadakan di Korea Selatan, Akhirnya mereka mengajak Fina dan Wildan menjadi tim mereka untuk mengikuti lomba inovasi ini.

“Kami mengikuti lomba ini dikarenakan dorongan yang kuat dari impian kami yang sudah kami tulis dan belum tercoret sampai sekarang, oleh karena itu meskipun kami sudah semester 7, tapi kami masih berusaha untuk mewujudkan hal itu, yaitu menang di perlombaan tingkat internasional. Selain itu kami berempat mempunyai impian untuk berperan penting dalam membawa nama baik Universitas Airlangga ditingkat Internasional. ujar teguh sebagai ketua tim.” Ucap Teguh, Ketua Tim.

Kami mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa dalam mengikuti lomba ini,beberapa pelajaran dan pengalaman yang dapat kami ambil hikmahnya yaitu bahwa keyakinanmu, keberanianmu, usahamu, dan doa orang - orang disekitarmu akan dapat mewujudkan impianmu. Kemudain pengalaman dikorea sendiri yaitu kita belajar bahwa tepat waktu itu sangatlah penting. Selain itu kita juga banyak melihat orang - orang yang ada dikorea sebagai negara maju bahwa meraka itu sedikit bicara namun banyak kerja. Itulah yang kami dapatkan. Suatu pengalamna yang sangat berharga bagi kami. Untuk pengalaman yang kami dapat dari perlombaan ini yaitu kemampuan bahasa inggris kita terasah, dan kami bertemu dengan banyak orang – orang yang mempunyai inovasi – inovasi yang sangat keren.

Mereka berhasil meraih juara dengan mempresentasi inovasi yang mereka buat, yaitu PINELICA (Pineapple Peel as Hair Care, yang merupakan inovasi dengan memanfaatkan limbah kulit nanas sebagai gel yang dapat digunakan sebagai masker dan krim untuk mengatasi ketombe.

Tim PINELICA yang diketuai oleh  Teguh Dwi Saputro (Mahasiswa Fakultas Keperawatan angkatan 2015), kemudian beranggotakan 3 orang yaitu Fina Ainur Rohmah (FKp angkatan 2015),Yenny P (FKp angkatan 2015), dan Wildani Abdala N ( FISIP, angkatan 2015) serta dibimbing oleh Dr. Kusnanto., S.Kp., M.Kes. Mereka mengaku bahwa awal terbentuknya tim ini disaat  pengumpulan abstrak H-1 akan ditutup, tim ini baru dibentuk. Mereka juga mengatakan bahwa sempat ada rasa takut dan tidak yakin untuk melanjutkan mengikuti lomba inovasi ini dikarenakan lomba inovasi Seoul International Invention Fair (SIIF), Seoul, Korea Selatan ini dilaksanakan pada bulan Desember, dimana bulan itu banyak dana dari Fakultas atau Universitas Airlangga yang sudah dipakai, bahkan bisa jadi tidak mendapat bantuan dana, dikarenakan sudah mendekati tutup buku. Selain itu pada awal bulan Desember, di Universitas Airlangga merupakan jadwal untuk UAS. Namun hal tersebut akhirnya hal tersebut tidak menjadi hambatan pada tim PINELICA. Ketua tim, yaitu Teguh, terus memotivasi anggotanya untuk ayo berani mengambil resiko, karena semua keputrusan yang kita ambil semuanya mengandung resiko, untuk mendapatkan sesuatu yang lebih kita juga harus melakukan yang lebih. ujar teguh sebagai ketua tim  PINELICA.

“Kami presentasi dengan topik PINELICA (Pineapple Peel as Hair Care,. Nah, di sana, kami mempresentasikan secara oral di depan dua juri dari negara lain tentang bagaimana inovasi kami. Bagaimana kami membuatnya, apa kelebihannya, bagaimana analisis SWOT-nya, bagaimana future research-nya, dan lain-lain,” ujar Fina dan Wildan, yang meruapakan anggota tim.

Atas presentasi tersebut, delegasi UNAIR itu mendapatkan mendapatkan medali perak dari acara Seoul International Invention Fair 2018.

Teguh menuturkan, ide awal munculnya inovasi tersebut adalah banyaknya limbah kulit nanas yang dibuang begitu saja sehingga menumpuk dan menjadikan limbah. Padahal kulit nanas mempunyai banyak kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan rambut, khususnya untuk mengatasi ketombe, yang merupakan masalah yang banyak dialami oleh manusia diera modern ini.

“Kami berinovasi membuat sebuah gel dari ektrak kulit nanas yang dapat digunakan multifungsi, yaitu dapat digunakan sebagai masker dan krim rambut dalam mengatasi ketombe yang tentunya lebih praktiktis, ekonomis, aman, dan ramah lingkungan.” jelasnya.

Para peserta berasal dari berbagai Negara dengan jumlah 606 invention dan dari 33 negara. antara lain, Arab Saudi, Taiwan, Thailand, Korea, Malaysia, Macau, Taiwan, Kroasia dan Indonesia serta masih banyak negara lain lagi yang belum bisa disebutkan. Mereka merupakan siswa SMP-SMA, mahasiswa, dosen, dan peneliti. Sementara itu, dari Indonesia, ada 70 tim yang berangkat. Salah satunya berasal dari FKp UNAIR.

Sebelum berangkat mengikuti kompetisi di Korea selatan, setiap peserta harus mengikuti tahap seleksi. Seleksi abstrak adalah yang paling awal. Kami mengetahui informasi lomba ini dari adik kelas kami,

Setelah mendapatkan perak di seoul, korea selatan kemarin, kami berencana mengembangkan inovasi kami, dan berencana akan mengikuti lomba di tingkat internasional lainnya dan yang terpenting adalah membawa nama baik Universitas Airlangga ditingkat Internasional.

Penulis: Teguh Dwi Saputro

Penulis: Teguh Dwi Saputro

Pin It
Hits 125

Terpopuler