Program Health Edukasi Untuk Para Care Giver Pekerja Migrant Indonesia Di Kaohsiung, Taiwan

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 02 Januari 2019

NERS NEWS - Taiwan dikenal oleh dunia dengan kualitas hidupnya yang tinggi. Untuk berada di posisi tersebut, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Taiwan adalah memberlakukan National Health Insurance (NHI) kepada seluruh penduduk Taiwan baik penduduk tetap maupun para pendatang yang menetap sementara di Taiwan seperti para pelajar dan pekerja migran. Selain itu program NHI-nya yang sudah well-established, untuk meminimalkan lamanya rawat inap di Rumah Sakit, morbiditas dan mortalitas, pemerintah Taiwan juga tidak segan untuk langsung turun tangan memberikan Health Education kepada para pekerja migran yang mayoritas menjadi penunggu pasien sakit ketika dirawat di RS. Para pekerja migran asal Indonesia termasuk yang paling banyak populasinya di Taiwan. Selain itu, di Kaohsiung, kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipei yang merupakan ibu kota negara Taiwan, terdapat pula pekerja migran asal Vietnam dan Philipina. Pekerja migrant yang bekerja di sektor domestik, selain mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga banyak yang merangkap merawat orang tua/lanjut usia (Lansia). Mengingat banyaknya jumlah health care giver yang berasal dari Indonesia yang datang dengan sedikit atau bahkan sama sekali tanpa memiliki latar belakang skill merawat orang tua sakit serta kemampuan Bahasa Mandarin yang sangat terbatas, Kaohsiung Medical University Chung-Ho Memorial Hospital (KMU Hospital), yang merupakan rumah sakit pusat rujukan di wilayah Kaohsiung memberikan program health education bagi para health care giver pekerja migran asal Indonesia di Kaohsiung.

Salah satu program health education tersebut adalah pemembuatan materi audio-visual dengan Bahasa pengantar Bahasa Indonesia. Program pembuatan materi audio-visual ini diawali dengan menterjemahkan prosedur tindakan keperawatan dari Bahasa Mandarin ke dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Salah satu masalah kesehatan yang paling tinggi tingkat rawat-inapnya pada lanjut usia adalah gangguan pada sistem pernafasan termasuk obstruksi saluran nafas akibat dahak. Berbekal dari evidence tersebut, Dr. Pei-Chao Lin dari College of Nursing KMU dan Ms. Han Kepala Ruang Rawat Inap Pulmonary Medicine Ward di Lt.16 ES KMU Chung-Ho Memorial Hospital meminta bantuan mahasiswa Keperawatan dari Indonesia untuk menterjemahkan prosedur tindakan keperawatan dan kemudian merekam prosedur tersebut ke dalam media audio visual. Tindakan suction atau membersihkan jalan nafas dengan menggunakan mesin penghisap dahak adalah salah satu tindakan keperawatan yang paling sering dikerjakan. Berbekal tujuan meminimalkan lamanya rawat inap, mencegah infeksi nosokomial sekaligus mengurangi angka morbiditas dan mortalitas, Ms. Han membentuk team-work yang salah satu anggotanya adalah mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di program PhD in Nursing Kaohsiung Medical University, Ira Suarilah, Ms. Rou perawat dari Ruang ICU dan Ms. Wendy perawat di Pulmonary Medicine Ward bekerja sama menterjemahkan prosedur tindakan keperawatan dari Bahasa Mandarin ke dalam Bahasa Inggris dan bhasa Indonesia lalu merekamnya hingga menjadi media edukasi audio-visual. Material tersebut selanjutnya akan menjadi materi pokok pada program Health Education yang yang ditujukan untuk seluruh health care giver pekerja migran Indonesia di KMU Chung-Ho Memorial Hospital Taiwan.

Penulis: Ira Suarilah.,S.Kp., M.Sc

Pin It
Hits 624

Terpopuler