Pre-Marital Screening Program Pendidikan Kesehatan Untuk Para Pelajar Indonesia di Kaohsiung, Taiwan

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 09 Januari 2019

NERS NEWS - Bertempat di Gedung Electrical Engineering National Sun Yat Sen University (NSYSU), Taiwan. Perhimpunan Pelajar Indonesia Kaohsiung Taiwan (PPIK-Taiwan) menyelenggarkan work-shop Pre-Marital Screening Test Building Strong Marriage gratis bagi seluruh pelajar Indonesia d Kaohsiung Taiwan, pada hari Minggu, 23 Desember 2018. Jumlah pelajar yang terhimpun dalam forum komunikasi PPIK-Taiwan sampai dengan saat ini tercatat kurang lebih 400 orang dari total 700-800 mahasiswa. Mereka adalah para pelajar yang sedang menempuh Pendidikan S1, S2 dan S3 di berbagai dari sekitar 15 Perguruan tinggi yang berada dibawah naungan PPIK-Taiwan. Tidak sedikit dari para pelajar tersebut yang masih berstatus single.  Selain bertekun dalam meraih cita-cita dan prestasi akademik lainnya, sebagai manusia dewasa, mereka juga berharap akan sebuah rumah tangga yang bahagia. Berbekal rasa ingin tahu yang besar tentang apa manfaat melakukan Pre-marital screening test, Ketua PPIK-Taiwan, Rei Asyari yang pada saat ini sedang menempuh Pendidikan di program Master of Telecommunication Engineering NSYSU, menjelaskan bahwa acara workshop seperti ini merupakan agenda rutin PPIK-Taiwan. Materi yang diberikan selalu berbeda-beda topiknya. Topik worskshop dipilih dan ditentukan berdasarkan kebutuhan serta masukan dan saran dari para pelajar Indonesia yang tergabung dalam organisasi PPIK-Taiwan.  Kali ini topik yang dipilih adalah Pre Marital Screening Test Building Strong Marriage menurut Ketua PPIK Taiwan, topik ini merupakan topik yang sangat menarik juga penting diketahui oleh teman-teman sebelum menikah. Tujuannya adalah meningkatkan awareness terhadap manfaat pre-marital screening test. Dengan meningkatkannya pengetahuan, diharapkan awarenes untuk melakukan pre-marital screening juga meningkat. Sehingga dapat mencegah, menghindari serta menyiapkan fisik dan mental kedua belah pihak; calon mempelai laki-laki dan perempuan terhadap hal-hal buruk yang terjadi dikemudian hari setelah menikah. Dengan meningkatnya pengetahuan yang diikuti dengan munculnya kesadaran untuk melakukan pre-marital screening test, penyakit yang dapat menimbulkan keguguran pada kehamilan, serta  kecacatan bahkan kematian seperti infeksi Toxoplasma dan Cito Megalo Virus (CMV) dapat dicegah sedini mungkin.

Untuk kegiatan workshop tersebut di atas, Ketua PPIK-Taiwan mengundang Ibu Ira Suarilah, S.Kp., M.Sc yang saat ini sedang menempuh Pendidikan di Ph.D in nursing di Kaohsiung Medical University (KMU) untuk menyampaikan materi tersebut. Bu Ira dipilih dengan pertimbangan beliau adalah dosen di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, berpengalaman berinteraksi dengan mahasiswa yang notabene adalah orang dewasa yang memiliki pemikiran kritis dan tentu saja topik tersebut sangat relevan dengan bidang kesehatan yang menjadi kesehariannya. Acara workshop yang menarik tersebut dihadiri oleh anggota dan pengurus PPIK-Taiwan dari berbagai jenjang studi (S1, S2 dan S3) dan karena antusiasme yang tinggi dari para peserta terhadap topik yang disampaikan, tak ayal alokasi waktu yang disediakan menjadi memanjang dari yang telah dijadualkan.

Penulis: Suryo Saputro, Rei Asyari dan Ira Suarilah., S.Kp., M.Sc.

Pin It
Hits 381

Terpopuler