Perwakilan Fakultas Keperawatan UNAIR mengunjungi Nursing Home di Oshima Island Jepang

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 20 Juli 2019

NERS NEWS - Dalam rangka Exchange Program, 3 perwakilan Fakultas Keperawatan UNAIR yang terdiri dari 1 dosen keperawatan kritis, Hermayetty dan 2 mahasiswa, Nurul Khosnul Q (A17) dan Ardina Nadya (A16) berkesempatan mengunjungi Nursing Home di Oshima Island, Jepang pada Kamis, 11 Juli 2019. Kunjungan itu juga diikuti oleh mahasiswa dari Switzerland dan Jepang. Jepang terkenal dengan populasi lansia yang lebih banyak daripada populasi usia muda, kondisi ini dialami pula di Oshima Island, Jepang. Di Pulau Oshima ini, terdapat Nursing Home yang dinamakan Fuveai (Fuve: tempat untuk berkumpul; ai:cinta) yang artinya tempat untuk berkumpul dan menciptakan cinta. Fuveai di Indonesia ibarat dengan Panti Werdha. Fuveai menampung ±50 lansia.

Rombongan disambut oleh pengelola Fuveai sekaligus care worker (perawat lansia) yaitu Naoko San. Naoko San mengajak untuk berkeliling melihat Nursing Home dan menjelaskan untuk kemudian diterjemahkan oleh Prof. Ogawa (Dosen JRCKICN) dalam bahasa Inggris. Fuveai berbeda dengan panti werdha di Indonesia karena para lansia umumnya tidak menetap di Fuveai secara 24 jam melainkan hanya melakukan kunjungan jika ada kepentingan seperti saat waktu berkumpul untuk membahas berbagai permasalahan yang dirasakan, mencari jalan keluar, saling support dan mengurangi stress.

Para lansia juga datang ke Fudeai untuk melakukan beberapa kegiatan bersama seperti latihan senam untuk memperlancar peredaran darah alat gerak lansia dan kegiatan membuat kerajinan seperti origami, dsb. Fasilitas yang lain yang ada di Fudei adalah ruang tengah, kamar mandi, tempat laundry, ruangan tempat tidur, dan dapur. Beberapa lansia tidak dapat melakukan mandi mandiri sehingga seorang care worker (sebutan untuk perawat lansia) memandikan lansia di bak mandi. Jadwal nya adalah 2x dalam seminggu dari jam 10 pagi sampai dengan jam 2 siang. Ruangan tempat tidur hanya digunakan ketika musim dingin dan para lansia enggan untuk pulang ke rumah masing-masing. Tempat laundry digunakan jika lansia ingin mencuci bajunya, ruang tengah digunakan untuk kegiatan exercise lansia dan dapur digunakan untuk membuat makanan. Orientasi ruangan diakhiri dengan sesi minum the hijau dan makan makanan tradisional masyarakat Fukuoka dan Pulau Oshima yaitu Okyuto yang terbuat dari rumput laut.

Penulis: Nurul Khosnul Qotimah

Pin It
Hits 93

Terpopuler