Cross Culture Indonesia, Jepang dan Switzerland

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 30 Juli 2019

NERS NEWS - Exchange pelajar antar bangsa tentunya memberikan banyak keuntungan dan pengetahuan, salah satunya adalah dapat bertukar budaya satu negara dengan negara lainnya. Pada Jumat, 5 Juli 2019, 3 delegasi Fakultas Keperawatan Unair berkesempatan untuk mengikuti Cross Culture atau pertukaran budaya antara Indonesia, Jepang dan Switzerland. Sesi ini dibuka dengan presentasi di dalam lab komputer tentang bentuk pemerintahan, budaya dan informasi lain mengenai negara Jepang oleh mahasiswa kelas internasional tahun ke-2. Setelah presentasi, kami duduk melingkar dan saling mendiskusikan beberapa topik, apakah di negara kita terjadi hal sesuai topik dan cara menanganinya. Salah satu topiknya adalah kecelakaan di Jepang banyak terjadi oleh para lansia yang mengemudi. Kemudian dari delegasi Switzerland mengatakan bahwa lansia yang akan mengemudi haruslah memiliki SIM khusus dengan test khusus yang harus dijalani. Begitupun dari delegasi Indonesia mengutarakan bahwa para lansia di Indonesia umumnya tidak diperkenankan berkendara dan akan digantikan oleh keluarga lain yang mampu untuk menyetir.

Setelah sesi ini berakhir, kami berkesempatan untuk mencoba Kimono yang menjadi pakaian khas orang Jepang. Selanjutnya, kegiatan inti dilakukan di kantin dan diikuti banyak staff dan siswa. Kami disambut dengan riuh tepuk tangan dan senyum ramah para dosen dan siswa yang ada. Tak kalah meriah, Eisa Dance juga ditampilkan oleh para siswa saat itu untuk menyambut kami. Eisa Dance saat itu dimainkan oleh 5 orang wanita dengan menggunakan Taiko (taiko (太鼓) berarti "drum besar" dalam bahasa Jepang).

Acara berlangsung sangat meriah dan seru, kami memasak takoyaki bersama dan memakannya di halaman tengah kampus. Ada beberapa permainan juga yang kami mainkan yaitu Waermelon Game. Permainan ini dimainkan dengan satu peserta ditutup mata nya dan satu yang lain mengarahkan agar peserta ini dapat memukul dan memecahkan semangka dengan tepat, terlihat mudah? Eits.. sebelum dimulai permainan, peserta harus memutar badannya sampai dengan hitungan 10. Konsentrasi yang tinggi dalam keadaan pusing menjadi tantangan dalam permainan ini. Semangka yang pecah selanjutnya dimakan bersama-sama.

Selain itu, kami juga membuat es serut yang diberi sirup. Kegiatan terakhir, kami diajarkan origami beberapa bentuk seperti bentuk burung. Rangkaian kegiatan panjang ini ditutup dengan sesi foto bersama. Cheerss!

Penulis: Nurul Khosnul Q

Pin It
Hits 106

Terpopuler