Lima Pesan Prof. Lissa untuk Memuluskan Proses Penerbitan Artikel Ilmiah

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 19 November 2019

NERS NEWS - Mahasiswa Prodi Magister Keperawatan Unair angkatan M-12 terlihat berbahagia pada hari Kamis, 14 Novermber 2019 lalu. Pasalnya, mereka kedatangan tamu istimewa dari Negeri Kanguru. Di sela-sela urusan penting terkait hubungan kerja sama antara Unair dan La Trobe University, dosen tamu yang dipanggil Prof. Lissa itu menyempatkan diri untuk berbagai pengalaman belajar, khususnya tentang kiat memuluskan publikasi artikel ilmiah di berbagai jurnal internasional bereputasi.

Saat memulai perkuliahannya yang berlangsung di Ruang Florence, beliau menceritakan pengalamannya sendiri dalam proses menerbitkan artikel ilmiah. Hingga saat ini, dia sudah berhasil memublikasi ratusan tulisan di berbagai jurnal ilmiah. Mahasiswa yang mendengarkannya tampak terperangah, mungkin mewakili pertanyaan dalam benak masing-masing, kok bisa banyak sekali? Sekaligus sebagai ekspresi rasa kagum dengan prestasi sang guru.

Head School of Nursing and Midwifery La Trobe University itu mengakui, meski dirinya sudah banyak menerbitkan tulisan di jurnal ilmiah, hingga saat ini, dia tetap menganggap kalau menulis itu bukan sesuatu yang mudah. Kabar baiknya, semua orang bisa melakukannya, asal serius dan mau bekerja keras. Termasuk mahasiswa yang sedang mendengarkan kuliahnya pagi itu. “You can do it,” katanya bersemangat dan disambut senyum antusias para mahasiswa.

Supaya proses menerbitkan sebuah artikel imiah lebih efektif, sebagai editor di The Australian Journal of Nursing Practice, Scholarship & Research, beliau memberikan petunjuk praktis bagi mahasiswa yang sedang belajar menulis lewat materi kuliah yang berjudul, "Boosting Your Publication Acceptance." Prof. Lissa mengingat, ada lima hal yang harus diperhatikan saat merencanakan sebuah tulisan.

Pertama, right audience. Sebelum memulai menulis, kita harus pikirkan siapa segmen pembaca yang akan disasar. Apakah tulisan tersebut dibutuhkan orang atau punya dampak kepada kelompok tertentu? Bila iya, maka syarat pertama sudah dipenuhi.

Kedua, right manuscript. Sebagai penulis, kita perlu mempertimbangkan tujuan dan skop yang ditetapkan sebuah jurnal. Artikel yang ditulis harus memenuhi panduan yang ditetapkan kepada penulis, termasuk penggunaan bahasa yang baik dan benar, sistem referensi, dan pastikan artikel yang ditulis memiliki kontribusi bagi pengembangan ilmu.

Ketiga, right journal. Penulis perlu mengenal latar belakang suatu jurnal, khususnya tentang kredibilitasnya; komposisi editornya; apakah diaskes terbatas atau terbuka; dan pastikan tidak terjebak oleh rayuan jurnal predator.

Keempat, right metrics. Penulis perlu mengenal berbagai metrik jurnal seperti Impact Factor, Quartiles, dll.,  untuk memudahkan penetapan keputusan yang tepat. Penulis bisa memperkirakan, di mana jurnal dengan metrik seperti apa tulisannya layak diterbitkan?

Kelima, right timing. Maksudnya, jangan sampai apa yang ditulis sudah usang. Tidak aktual lagi dengan tren terbaru. Selain itu, penulis juga perlu tahu, berapa masa tunggu informasi mengenai nasib manuskrip yang sudah dikirim.

Suasana diskusi sangat interaktif setelah setelah sesi penyampaian materi berakhir. Mahasiswa yang bertanya, lebih banyak menggali tentang pengalaman pribadi saat mengalami kebutuan dalam proses menulis, maupun dalam proses pengiriman ke suatu jurnal.

Prof. Lissa berupa menjawab semuanya dengan baik. Pada akhir sesi kuliah, beliau mengingatkan untuk tidak cepat menyerah. “Bila sebuah tulisan ditolak, tetap sabar. Edit baik-baik lagi, lalu kirim ke jurnal lain,” pesannya dengan mimik meyakinkan.

Penulis: Saverinus Suhardin (Mahasiswa Magister Keperawatan)

Pin It
Hits 754

Terpopuler