Dosen FKp Unair Membagikan Resep Menulis di Jurnal Terindeks Scopus

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 09 Desember 2019

NERS NEWS - Selain membicarakan tentang pentingnya menerjemahkan hasil riset ke dalam tatanan praktik keperawatan, Seminar dan Workshop Nasional Keperawatan yang diselenggarakan mahasiswa Prodi Magister Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp Unair) angkatan M12 dan Prodi Doktoral angakat D1 dan D2 pada hari Sabtu (30/11) lalu, isu tentang publikasi hasil riset yang dilakukan perawat juga menjadi salah satu bagian penting yang dinanti-natikan peserta.

Dunia publikasi memiliki jargon tersendiri yang hampir sudah dikenal banyak orang, yaitu Publish or Perish. Konon katanya, ungkapan itu pertama kali berkembang di kalangan peneliti Amerika. Sebagaimana fungsi jargon, frasa yang berarti “Terbit atau Minggirlah” itu dimaksudkan agar setiap peneliti punya ambisi yang sama, supaya hasil studinya itu dibagikan ke publik untuk kebaikan banyak orang.

Urgensi publikasi, tidak saja menjadi tuntutan bagi dosen dan mahasiswa keperawatan. Saat ini, perawat praktisi di klinis juga dituntut hal yang sama. Bila perlu ketiga komponen itu, dosen-mahasiswa-perawat klinik, melakukan kolaborasi dalam riset, publikasi maupun perubahan tatanan praktik yang disesuiakan dengan hasil riset terkini. Apalagi di era Revlolusi Industri 4.0 seperti saat ini, dibutuhkan inovasi dan kreativitas untuk menerapkan praktik berbasis bukti, sehingga kepuasaan pasien terus meningkatkan.

Di Aula Karupihan Lt.3 Gedung Rektorat Kampus C Unair, Bapak Ferry Efendi, S.Kep.Ns.,MSc., PhD tampil sebagai narasumber utama pada sesi worksop tentang publikasi ke jurnal internasional yang bereputasi. Sebagai salah satu dosen yang paling produktif dalam melakukan publikasi di jurnal terindeks Scopus, saat ini telah berada di atas angka 55 artikel, Pak Ferry dianggap sangat mumpuni berbicara topik tersebut. Meski jurnal internasional bereputasi itu memiliki indeksasi yang beragam, lulusan PhD dari National Cheng Kung University Taiwan itu lebih banyak menyinggung tentang Scopus sesuai pengalamannya selama ini.

Alumni post-doc School of Nuraing and Midwifery, La Trobe University, Australia itu mengawali sesei workshopnya dengan memberikan pengantar seputar dunia publikasi yang terindek Scopus. Dikatakan, saat ini publikasi di jurnal internasional sudah menjadi sebuah kebutuhan. Apalagi bila dikaitkan dengan target capaian sebagai World Class University seperti Unair, maka hal itu sudah menjadi keharusan. Salah satu tantangan yang dihadapi Unair saat ini adalah bagaimana meningkatkan sitasi dari studi yang telah tetbit.

“Sebelum sampai pada tahap itu, ada keterampilan mendasar yang perlu dikuasi perawat bila mau melakukan penelitian dan publikasi,” terang Pak Ferry. Keterampilan yang dimaksdu itu mencakup kefasihan menggunakan alat bantu manajer referensi, alat bantu deteksi kemiripan tulisan untuk mencegah plagiasi; alat bantu pembetulan tata bahasa Inggris, dan alat bantu terkait lainnya.

“Tidak perlu melakukan revolusi yang cepat dalam publikasi, tapi bangun kebiasaan yang mendukung kita untuk lebih produktif,” demikian saran Koordinator Unit Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi FKp Unair itu saat menerangkan proses yang panjang nan rumit mulai dari tahap menulis hingga artikel itu bisa diterbitkan. Sebuah artikel akan melewati editor jurnal dan beberapa penilai yang independen. Pasti banyak ditemukan kekeliruan yang membutuhkan ketelatenan dan merevisi hingga tahap layak diterbitkan.

Setelah memberikan pengantar singkat, Pak Ferry yang dibantu fasilitator dari mahasiswa Prodi Magister FKp Unair angkatan M12 meminta peserta untuk menggunakan laptop atau gawainya untuk langsung mempraktikan beberapa hal penting untuk kebutuhan penulisan dan penerbitan. Peserta tampak antusias, tidak mau sia-siakan kesempatan dibimbing langsung oleh sejawat perawat yang telah berpengalaman.

Penulis: Saverinus Suhardin (Mahasiswa Magister Keperawatan)

Pin It
Hits 134

Terpopuler