NERS NEWS - Hari ini kebiasaan saya setiap bangun pagi sebelum melakukan aktifitas, saya membaca berita online sambil bermalas-malas an di atas tempat tidur. Biasanya saya mencari berita2 terbaru dan terupdate. Dan benar saja ada berita yang mungkin sudah lama tapi baru saya membacanya yaitu kata Mendikbud Nadiem Makarim waktu pelantikan Rektor UI bahwa gelar belum menjamin kompetensi dan kelulusan belum menjamin diserap lapangan kerja. Kalimat ini juga berkorelasi dengan kondisi kita saat ini memasuki era disrupsi dengan revolusi industri 4.0. Singkat cerita di era disrupsi ini perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan peran nya termasuk dalam ancaman. Bisa dibayangkan kalau peran perawat digantikan oleh robot ataupun kecerdasan buatan. Berapa banyak perawat yang akan menjadi pengangguran intelektual.

Untuk menyiasati itu maka di FKp Unair khususnya program Magister ada mata kuliah elektif yang bertujuan meminimalisir pengangguran intelektual ini yaitu kewirausahaan. Seperti foto yang ada dibawah tulisan ini adalah salah satu implementasi program kewirausahaan yang dilakukan oleh teman2 saya mahasiswa Magister Keperawatan M11. Waktu pemilihan mata kuliah elektif saya kebetulan tidak memilih Kewirausahaan. Saya menyimpulkan bahwa mungkin penanggung jawab mata kuliah ini Dr. Retno berpikir bahwa mata kuliah ini tidak cukup diucapkan dengan kata semata tetapi harus di buktikan dengan tindakan. Makanya hari ini 8/12/2019 teman2 saya terlibat langsung untuk menjajakan hasil kreatifitas mereka ke publik. Ada banyak macam hal yang di wirausahakan baik itu makanan, minuman, sepatu dan masih banyak lagi dengan nama-nama yang kreatif. Mereka semuanya larut dalam mempromosikan dagangan nya  dengan kreatif untuk menggaet para pembeli.

Menurut pengakuan mereka barang dagangan nya banyak yang terjual dan laku keras. Ini membuktikan bahwa perawat juga memiliki jiwa enterpreuner. Semangat mereka menjadi berapi2 karena di sela-sela mempromosikan barang hadir juga ibunya kami mahasiswa M11 Dr. Tintin. Kehadiran ibu yang murah senyum ini membuat teman2 saya makin menggila menjajakan dagangannya. Menurut Dr. Tintin kegiatan nya sangat ramai dan positif serta memuji kreativitas teman2 saya ini. Yah kreativitas mereka tanpa batas.

Memang di era disrupsi ini perawat tidak hanya dituntut memiliki kompetensi memandikan pasien, memberi makan pasien, memberikan sentuhan yang terapeutik saja tetapi juga perawat harus memiliki jiwa enterpreuner jika sewaktu2 robot yang menjadi ancaman itu benar- benar merampas tugas kami sebagai perawat. Kami perawat harus mampu memiliki sifat caring kepada pasien karena itu tidak dimiliki oleh robot sepintar apapun. Selain sikap caring kompetensi tambahan perawat seperti yang dipraktikkan teman2 saya yaitu mengambil peluang lain dari sisi ekonomi sebagai wirausaha di bidang usaha kecil dan menengah. Saya masih ingat pesan presiden bahwa ekonomi yang kuat ditentukan oleh majunya UKM. Maka teman2 saya ini sudah mengambil bagian dalam memperkuat ekonomi bangsa ini.

Tapi ada satu hal yang mengganggu saya dari semua kegiatan ini. Penjelasan saya diatas bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas dan jiwa enterpreuner mahasiswa Magister M11. Namun ada manfaat lain yang sangat dinantikan oleh teman2 saya yang terlibat dalam kegiatan Nerspreunership ini adalah Nilai A untuk mata kuliah ini. Wajar juga sih mereka tidak hanya berkata2 tentang perawat Preuner tetapi mereka melaksanakannya dan berhasil. Ini lah pembuktian mereka.

Pesan untuk teman-teman saya hari ini bahwa motivasi utamanya jangan nilai A untuk mata Kuliah Kewirausahaan tapi nilai A untuk ujian Nerspreuner di institusi kehidupan yang akan datang. Salam waras. FKp Hebat, M11 Jaya.

Penulis: Kornelis Beni

 

Hits 148