NERS NEWS - Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, dan diperkirakan setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya (Kemenkes, 2019). Tekanan darah dipengaruhi volume darah dan elastisitas pembuluh darah. Peningkatan tekanan darah disebabkan oleh peningkatan volume darah atau penurunan elastisitas pembuluh darah (Ronny dkk, 2009). Menurut Dalimartha dkk (2008), semakin tua umur seseorang semakin tinggi pula kemungkinan terjadi hipertensi.

Individu yang mengalami hipertensi akan mengalami keluhan seperti sakit kepala hebat, rasa berputar dan terkadang mual (Dalimartha dkk, 2008). Hal ini membuat individu merasa terganggu, sehingga memerlukan cara agar gejala - gejala tersebut berkurang atau bahkan hilang. Salah satu caranya yaitu dengan istirahat yang cukup atau meminum obat-obatan. Obat-obatan yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah diantaranya yaitu obat-obatan kimia sampai obat tradisional.

Fenomena back to nature atau kembali ke alam telah menjadi tren di masyarakat dunia sehingga permintaan masyarakat meningkat terhadap bahan alam untuk konsumsi pangan,

minuman kesehatan maupun obat (Rozanna, 2007). Menurut penelitian Hidayati dkk (2011) alasan penggunaan obat tradisional karena aman (46,2%) dan menurut Wardana (2008) dalam Hidayati dkk (2011) alasan penggunaan obat tradisional kerena mudah didapat (44%).

Kegiatan penyuluhan hipertensi dan cara membuat rebusan temulawak dan gula aren pada lansia dilaksanakan pada hari Senin, 2 Desember 2019 pukul 08.00 WIB bertempat pada salah satu rumah warga di RT 2 RW 3 Klampis Ngasem. Tempat tersebut merupakan tempat yang biasa digunakan oleh lansia dan kader untuk mengadakan posyandu lansia.

Temulawak tentu tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Rimpang temulawak mengandung zat kuning kurkumin, minyak atsiri, pati, protein, lemak (fixed oil), selulosa, dan mineral (Ketaren, 1998 dalam Sari, 2007). Rimpang temulawak banyak digunakan untuk meningkatkan nafsu makan, memperbaiki fungsi pencernaan, memelihara kesehatan fungsi hati, pereda nyeri sendi dan tulang, menurunkan lemak darah (kolesterol), sebagai antioksidan dan membantu menghambat penggumpalan darah (Badan POM, 2005). Temulawak juga memiliki efek farmakologi zat aktif salah satunya yaitu germakron yang memiliki efek anti-inflamasi (antiperadangan) dan penghambat edema atau pembengkakan (Efi Afifah & Tim Lentera, 2004). Selain itu temulawak juga memiliki khasiat sebagai diuretik (Rahardjo, 2010). Berdasarkan penelitian dari Fitriani (2013) temulawak efektif untuk menurunkan tekanan darah dan temulawak dapat dijadikan salah satu alternatif untuk menurunkan tekanan darah.

Pemeriksaan tekanan darah dilakukan bersamaan dengan penngisian daftar hadir. Setelah lansia berkumpul, mahasiswa memulai dengan penyuluhan tentang hipertensi baik itu tentang definisi, faktor resiko, tanda gejala, komplikasi dan cara membuat rebusan temulawak dan gula aren. Alat yang digunakan diantaranya yaitu panci (dianjurkan panci stenlis bukan almunium), kompor, pisau, talenan, sutil. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu temulawak basah 30 gram dan gula aren. Cara membuatnya yaitu:  Siapkan alat dan bahan (panci, air 200cc,irisan temulawak, sedikit gula merah/optional); Ambil 30 gram temulawak; Didihkan temulawak dalam air 200cc air hingga menjadi 100c; Tambahkan gula aren; Minum selagi hangat.

Penulis: Firda Dwi

Hits 1746