NERS NEWS – Project Based Learning merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga sebagai bentuk implementasi pembelajaran mahasiswa. DEGUP 2025 merupakan salah satu kegiatan Project Based Learning mata kuliah Keperawatan Klien Dewasa sistem Kardiovaskular, Respiratori, Hematologi dan Pendidikan Promosi Kesehatan yang diselenggarakan pada tanggal 16 November 2025 oleh Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga kelompok 2 kelas A3 A2024. Kegiatan ini mengusung tema “DEGUP: Deteksi Dini dan Edukasi Gaya Hidup Cegah Penyakit Jantung Koroner” dan melibatkan masyarakat umum sebagai target sasaran yang berfokus pada perkumpulan ibu PKK yaitu PKK RT 06 RW 09 Bronggalan Sawah. Acara yang berlangsung di Balai RT 06 ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta dan mendapatkan sambutan sangat antusias dari warga.
Kegiatan ini memiliki dua inti acara yaitu penyuluhan mengenai penyakit jantung koroner (PJK) dan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan gula darah acak. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi, mulai dari sesi registrasi hingga rangkaian pemeriksaan kesehatan gratis. Penyuluhan dijelaskan oleh dua orang mahasiswa Fakultas Keperawatan yaitu Kania Dwi dan Nayla Khansa dengan membawakan materi Penyakit Jantung Koroner (PJK), yang menjelaskan bagaimana cara masyarakat mengenal gejala umum penyakit tersebut. Tidak hanya itu,Ibu-ibu PKK diberi pemahaman mengenai faktor risiko, seperti hipertensi, kadar kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, merokok, kurang aktivitas fisik, serta pola makan tinggi lemak dan gula. Penyuluhan berlangsung aktif dan kritis, adanya timbal balik dari audiens dengan memberi beberapa pertanyaan. Pemateri juga memberikan demonstrasi resusitasi jantung paru (RJP) sebagai contoh langkah utama yang bisa dilakukan ketika ada seseorang yang mengalami serangan jantung.
Cek kesehatan diberikan sebagai penutup dari serangkaian acara DEGUP 2025, peserta mengikuti alur pemeriksaan dengan tertib dan aktif. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan oleh empat orang mahasiswa dan pemeriksaan gula darah acak dilakukan oleh dua orang mahasiswa. Dari pengukuran yang dilakukan, sebagian peserta ditemukan memiliki tekanan darah tinggi atau kadar gula darah di atas batas normal. Peserta dengan hasil pemeriksaan yang perlu ditindaklanjuti diberikan edukasi lebih lanjut dan diarahkan untuk memeriksakan kondisi kesehatan langsung ke puskesmas terdekat atau rumah sakit.
Ketua PKK, Ibu Murtiningsih, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran kesehatan keluarga. “Ini kali pertama kami mendapatkan penyuluhan kesehatan seperti ini. Sebelumnya, banyak warga kami yang tidak tau mengenai penyakit jantung koroner, sekarang masyarakat jadi lebih paham cara mengatur pola hidup mereka. Banyak juga warga yang belum sempat cek kesehatan di puskesmas karena terbatas waktu, rata-rata sibuk dengan urusan rumah tangga, karena ada kegiatan ini kami jadi bisa mengetahui kondisi kesehatan kami.” ucap Bu Murtiningsih
Diharapkan, informasi yang telah diberikan dapat menjadi bekal berharga bagi ibu-ibu PKK dalam menjaga kesehatan diri sekaligus anggota keluarganya. Pengetahuan mengenai faktor risiko, gejala dini, hingga langkah-langkah pencegahan penyakit jantung koroner sangat penting untuk dipahami sejak dini, terutama mengingat penyakit ini sering muncul tanpa tanda-tanda yang jelas. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya deteksi dan pemeriksaan rutin, peluang untuk mencegah komplikasi serius akibat penyakit jantung akan semakin besar. Melalui rangkaian kegiatan ini, para peserta diingatkan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya sebuah pilihan, tetapi sebuah kebutuhan yang harus diprioritaskan. Kesehatan adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya dirasakan tidak hanya oleh individu, tetapi juga oleh keluarga dan generasi berikutnya. Dengan tekad dan kesadaran bersama, upaya pencegahan penyakit jantung koroner dan penyakit tidak menular lainnya dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Penulis: Alya Fairuziah Kamil
Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)