Ners News - Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp Unair) melakukan kampanye kesehatan massal tentang COVID-19 di beberapa lokasi strategis Kota Surabaya pada Minggu pagi (8/3/2020). Kegiatan yang bertujuan untuk meredam kepanikan masyarakat akibat desas-desus informasi yang tidak pasti ini berlangsung di 25 titik lokasi yang terdiri dari 16 perempatan jalan utama, 7 taman besar dan arena Car Free Day (CFD), dan 2 stasiun kereta api.

Sekelompok mahasiswa yang berasal dari prodi sarjana, magister dan doktoral FKp Unair bertugas menyuluh di arena CFD Taman Bungkul Surabaya. Mereka melakukan long march di sepanjang arena CFD sambil berorasi seputar tentang penyakit saluran pernapasan yang disebabkan Virus Corona Baru 2019.

Para calon perawat tersebut memberikan informasi secara bergantian dengan bantuan pelantang suara portabel. Sesekali mereka memekikkan yel-yel dan bernyanyi pendek yang isinya masih terkait dengan semangat mencegah persebaran virus corona.

Sepanjang perjalanan, mereka mementangkan sebuah spanduk yang berisi ajakan sekaligus menjadi tema kegiatan tersebut, “Melangkah Bersama Mewujudkan Surabaya Bebas Corona Virus: Tetap Waspada, Jangan Panik!” Saat satu orang berorasi, teman lainnya melakukan pendekatan lansung dengan warga untuk menjelaskan lebih detail sekaligus memberikan selebaran dan stiker.

“Ada dua pesan utama yang kami gaungkan dalam kegiatan ini, yaitu anjuran untuk tetap waspada dan ajakan untuk tidak perlu terlalu panik dengan ancaman persebaran virus Coronan,” terang Diah Prihantini, salah satu peserta aksi.

Dua poin itu yang terus digaungkan selama kampanye kesehatan berlangsung. Kewaspadaan bisa dilakukan dengan mempratikkan upaya pencegahan. Masyarakat diingatkan untuk mencuci tangan dengan sabun atau cairan berbasis alkohol; tutup mulut dan hidung dengan siku tertekuk atau tisu ketika batuk dan bersin; hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan; dan bila menderita demam, batuk, dan sulit bernapas, segera cari bantuan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Kepanikan terhadap wabah Covid-19 ini juga menjadi perhatian khusus, karena cenderung merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Kondisi panik atau stres berlebihan justru menekan fungsi sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih mudah terserang penyakit. Situasi gamang seperti itu bisa terjadi karena kekurangan informasi atau menerima kabar yang salah (hoaks). Karena itu, masyarakat diingatkan untuk aktif mencari informasi yang valid pada sumber yang kredibel. Alasan lain kenapa tidak perlu panik, sejauh ini setiap orang yang terinfeksi memiliki harapan sembuh yang tinggi, meskipun belum ditemukan vaksin atau obat yang spesifik untuk virus baru tersebut.

Pasien yang dilaporkan meninggal, rata-rata sudah berusia lanjut dan memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit kardiovaskuler yang memperlemah sistem imunitas tubuh. Masyarakat dianjurkan untuk terus mempraktikkan pola hidup sehat, agar daya tahan tubuh terus membaik sehingga harapan Surabaya bebas Corona bisa terwujud.

Penulis: Saverinus Suhardin, Tim Airlangga Nursing Journalist

Hits 726