Tingkatkan Perilaku Sehat Antisipasi Diri (PERISAI) Masyarakat Cerme Gresik, Fakultas Keperawatan Mengadakan Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

  • By Adelya Putri
  • In Ners News
  • Posted 14 September 2020

NERS NEWS - Seiring dengan bulan evaluasi PHBS, Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga menyelenggarakan pengabdian masyarakat di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kegiatan dengan tema “PERISAI” (Perilaku Sehat Antisipasi Diri) pada Sabtu (12/9/2020). Kegiatan dilakukan oleh Ni Ketut Alit Armini, S.Kp., M.Kes., dan Dr. Mira Triharini, S.Kp., M.Kep., serta 6 orang Perwakilan Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bapak Kepala Desa Kandangan, didampingi Ketua PKK, dan Bidan Desa Kandangan serta kegiatan ini diikuti oleh para kader PKK dan perwakilan warga desa serta didampingi oleh Bidan Desa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku sehat antisipasi diri , apalagi di saat masa pandemi. Kegiatan dikemas berupa sosialisasi dilanjut dengan demonstrasi serta tanya jawab, Materi yang disampaikan adalah adaptasi kebiasaan baru pada pandemi Covid-19, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyakit berbasis lingkungan, serta demonstrasi cara cuci tangan dan memakai masker dengan benar. Kegiatan berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebelum mengikuti kegiatan peserta dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan thermogun, membersihkan tangan dengan handsanitizer. Selanjutnya setiap peserta mengisi daftar hadir dan mendapatkan paket materi yang disiapkan. Tim pengabdian masyarakat mengingatkan untuk menjaga jarak, dan menghindari kontak fisik dengan peserta lainnya.

Materi yang pertama disampaikan mengenai adaptasi kebiasaan baru, dalam sesi ini warga dijelaskan berbagai adaptasi baru pada pandemi Covid-19 seperti menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan handsanitizer, menghindari kerumunan, menjaga jarak (social distancing), istirahat yang cukup, makan makanan bergizi. Setelah itu mahasiswa melakukan demonstrasi cara yang benar memakai masker dan cuci tangan lalu diikuti praktik secara langsung oleh warga. Materi selanjutnya mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, dan penyakit berbasis lingkungan. Adapun materi yang disampaikan adalah 10 tatanan PHBS dan berbagai penyakit yang disebab oleh kondisi lingkungan kurang optimal seperti Diare, Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA), TBC, Demam Berdarah, Kecacingan dan lain-lainnya. Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab serta ditutup dengan membagian hadiah doorprize kepada peserta berupa sembako seperti minyak, gula, kecap, dan pasta gigi. Seluruh rangkaian kegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Peserta pengabdian masyarakat tampak sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Banyak kader dan warga aktif dalam sesi tanya jawab dan medemonstrasikan ulang mengenai cara memakai masker dan cuci tangan dengan benar. Selain itu juga, feedback peserta mengenai materi disampaikan juga sangat maksimal dibuktikan dengan kader dan warga dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemandu acara. Mereka juga akan mendapatkan monitor dari pemateri melalui koordinasi antara pihak Desa dengan Fakultas. Harapan kegiatan pengabdian masyarakat ini, kader dan warga dapat menerapkan tatanan adaptasi baru, perilaku hidup bersih dan sehat, dan menjaga lingkungannya dengan optimal agar terhindar dari berbagai penyakit. Selain itu, peserta juga dapat berbagai informasi dan mempengaruhi orang sekitarnya untuk mengajak hidup sehat, karena “Kesehatan dan waktu luang adalah anugrah indah yang kadang lupa disyukuri”, ujar salah satu pemateri.

Kontributor: Asroful Hulam Zamroni
Editor: Adelya Salsabila Putri (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 103

Terpopuler