Pengmas FKp Unair: Kewaspadaan ODHA Terhadap Covid-19

  • By Adelya Putri
  • In Ners News
  • Posted 18 September 2020

NERS NEWS – Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp Unair), khususnya Prodi Magister Keperawatan angkatan M12, pada hari Jumat (18/09/2020) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PengMas) kepada kelompok khusus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kab. Tulungagung, Jawa Timur. Bentuk kegiatannya berupa penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan Covid-19 dan berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA selama masa pandemi SARS-CoV-2.

Kegiatan yang mengusung tema: “Asuhan Keperawatan Pasien HIV/AIDS pada Masa Pandemi Covid-19” ini bisa terselenggara atas kerja sama dengan pihak STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kab. Tulungagung. Peserta yang hadir meliputi pimpinan dari masing-masing institusi, perwakilan mahasiswa M12 FKp Unair dan peserta yang tergabung dalam kelompok pendukung sebaya ODHA Tulungagung.

Kegiatan berlangsung tertib dengan menerapkan prinsip protokol kesehatan Covid-19. Ruangan kegiatan dikhususkan untuk kelompok ODHA yang berjumlah 57 orang dan utusan mahasiswa. Mereka menempati tempat duduk yang sudah diatur jaraknya, sesuai dengan anjuran kesehatan. Di setiap pintu masuk juga disediakan sarana cuci tangan dan semua peserta wajib menggunakan masker. Sementara itu, mahasiswa dan stakeholder lainnya mengikuti kegiatan dari tempat masing-masing secara daring lewat aplikasi ZOOM.

Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons) selaku pembimbing mahasiswa dan penanggungjawab umum kegiatan tersebut, dalam sambutan pembukanya menekankan tiga (3) poin penting yang perlu diperhatikan ODHA. Ketiga hal itu di antaranya saling menguatkan (empowerment), kuat menghadapi stigma, dan terus meningkatkan kualitas hidup.

Khusus masalah stigma yang sering menimpa ODHA dan kelurganya, Dekan FKp Unair tersebut menganjurkan agar jangan terlalu fokus pada apa yang dipikirkan atau dikatakan orang lain, karena hal itu sangat sulit dikontrol.

“Yang utama itu bapak/ibu sendiri. Kalau ingin bahagia, cintailah diri Anda sendiri, sayangi dan terus bersyukur,” jelasnya meyakinkan.

Ketua DPW PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Jawa Timur itu juga mengingatkan kelompok ODHA sebagai salah satu yang rentan dengan serangan virus Corona (SARS-CoV-2), karena itu harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan dan anjuran yang disampaikan tenaga kesehatan. Beliau mengingatkan kembali tentang pentingnya menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menerapkan pola hidup sehat lainnya.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan yang dipersembahkan oleh mahasiswa Prodi Magister FKp Unair angkatan M12, tentang hubungan antara HIV/AIDS dengan Covid-19. Rifky O. Pradipta, S.Kep.,Ns yang menjadi perwakilan mahasiswa, menjelaskan kalau ODHA sering mengalami masalah penurunan imunitas tubuh, sehingga kewaspadaan terhadap Covid-19 harus dua kali lipat dibanding orang sehat pada umumnya.

Meski begitu, kelompok ODHA tetap diingatkan untuk terus optimis melewati masa pandemi dengan baik. Selain menerapkan protokol kesehatan yang sudah banyak disosialisasi selama ini, hal penting lain yang harus diperhatikan kelompok ODHA adalah tetap rutin dan tepat waktu mengonsumsi obat ARV (Antiretroviral). Ditambah dengan menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan sehat, istirahat yang cukup, berolahraga di rumah, mengendalikan stres dan kegiatan positif lainnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian testimoni dari dua perwakilan ODHA. Mereka masing-masing bercerita tentang pengalaman menjalani keseharian sebagai sebagai pengidap HIV. Secara umum, keduanya memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Mereka bersama keluarga terdekat sudah mulai menerima kondisi yang dialami dan rutin mengonsumsi obat ARV. Selain itu, mereka juga aktif mengikuti kegiatan kelompok sebaya sesama ODHA, ikut kegiatan rohani dan tetap berusaha produktif dengan berbagai kegiatan yang meningkatkan pendapatan keluarga.

Selanjutnya Ibu Ifada Nurohmaniah, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog selaku sekretaris KPA Kab. Tulungagung, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prof. Nursalam, Unair, dan semua pihak yang selalu memberi perhatian kepada ODHA. Beliau mengakui kalau KPA tidak bisa bekerja sendirian, tapi harus berkolaborasi dengan akademisi dan pihak terkait lainnya.

Ibu Ifa –begitu sapaan akrabnya, kemudian berbagi pengalaman tentang bagaimana psikologi keluarga menghadapi ODHA. Beliau mengakui kalau masih banyak ODHA yang belum berani terbuka dengan kelaurga dan orang terdekat mengenai kondisi sakitnya. Hal ini terjadi karena HIV/AIDS masih menjadi momok bagi masyarakat umum.

Menurut psikolog tersebut, bagaimanapun juga, peran keluarga sebagai sistem pendukung itu sangat penting untuk mendukung proses kesembuhan atau peningkatan kualitas hidup ODHA. Karena itu, beliau terus mendorong para ODHA untuk berani terbuka, meskipun dilakukan tahap demi tahap.

Bapak Dr. H. Yitno, S.Kp.,M.Pd mengisi sesi berbagi informasi terakhir dengan penyampaikan materi terkait gaya hidup selama masa kenormalan baru. Ketua STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung itu mengulas masalah kepatuhan terhadap berbagai protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena ramainya berita hoaks dan masih banyak orang yang menganggap Covid-19 ini tidak berbahaya.

Karena itu, Bapak Yitno yang juga menjabat sebagai Ketua AIPVIKI Regional Jawa Timur itu menekankan pentingnya pendidikan kesehatan terus-menerus, sehingga orang makin sadar dan patuh dengan berbagai anjuran kesehatan. Beliau mengingatkan lagi tentang penggunaan masker, hand sanitizer, alat makan, menjaga imunitas, cuci tangan, jaga jarak, olahraga, makan makanan bergizi yang murah dan tersedia di sekitar.

Penulis: Saverinus Suhardin (Mahasiswa M12)
Editor: Adelya Salsabila Putri (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 147

Terpopuler