Dilakukan Secara Daring, Sidang Tahunan X ILMIKI dan SPOKEN 2020 Dapat Terlaksana Dengan Lancar

  • By Risky Nur Marcelina
  • In Ners News
  • Posted 29 September 2020

NERS NEWS – Tahun ini, Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga menjadi panitia penyelenggara Sidang Tahunan X ILMIKI. Kegiatan ini diselenggarakan bersamaan dengan Seminar Profesi Keperawatan Nasional (SPOKEN) yang dilakukan secara online melalui zoom meeting cloud pada Jumat sampai Minggu (25-27/09/2020). Sidang Tahunan X ILMIKI dan SPOKEN 2020 diselenggarakan oleh Departemen Hubungan Luar (Hublu) dan Departemen Pendidikan dan Profesi (Pendprof) BEM Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga yang bersinergi dengan ILMIKI holistik.

Sidang Tahunan adalah agenda wajib ILMIKI yang dalam rangkaian acaranya terdapat sidang komisi, saran perubahan AD/ART untuk dibawa ke kongres, pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) selama satu tahun kepengurusan, serta pemilihan komisi pemilihan sekjend (KPS).

“ST X SPOKEN merupakan rangkaian acara gabungan yang terdiri dari Sidang Tahunan X ILMIKI dan Seminar Profesi Keperawatan Nasional (SPOKEN) tahun 2020. Pelaksanaan acara yaitu tanggal 25-27 September 2020. Sebenarnya, pada rangkaian acara ILMIKI biasanya selalu include dengan seminar. Karena di BEM FKp ada program kerja yang juga seminar yaitu SPOKEN, kami berinisiatif untuk menjadikannya menjadi satu rangakaian acara yang sekaligus untuk branding program kerja BEM FKp”, ucap Titis Mustikowati Danasari selaku ketua pelaksana.

Kegiatan ini terdiri dari Sidang Pembukaan (Sidang Tata Tertib) yang dilakukan pada Jumat (25/09/2020), Pemilihan Presidium Tetap (26/09/2020), Saran Perubahan AD/ART (25-26/09/2020), SPOKEN (26/09/2020), Sidang Komisi (26/09/2020), Pembahasan LPJ Satu Tahun Kepengurusan (27/09/2020), Sidang Pleno (27/09/2020), Laporan Tim Penyeleksi (TP) dan Pelantikan Anggota Tetap ILMIKI  (27/09/2020), serta Pemilihan dan Pelantikan Komisi Pemilihan Sekjend (KPS).

Acara ini sudah dipersiapkan sejak bulan Maret 2020, mulai dari melakukan rapat koordinasi dengan pihak PHN (Pengurus Harian Nasional), KORWIL (Koordinator Wilayah), dan DPO (Dewan Pertimbangan Organisasi) dari ILMIKI sampai dengan terselenggaranya acara.

Titis mengungkapkan kendala yang didapatkan dari acara ini adalah konsep pelaksanaan acara. Semula acara ini dilaksanakan secara offline di Surabaya namun karena adanya pandemi, untuk keamanan bersama, konsep acara diubah menjadi daring/online. Perubahan konsep tersebut cukup merubah keseluruhan plan awal yang sudah direncanakan dari bulan Maret. Kemudian bulan Juni panitia dan Pihak ILMIKI menyetujui terselenggaranya acara ini secara daring/online. Perubahan konsep dengan waktu yang sangat singkat itu cukup memberikan banyak kendala terutama dalam pemilihan aplikasi yang digunakan selama acara berlangsung. Akhirnya acara dapat diselenggarakan dengan menggunakan aplikasi google classroom, google meet, whatsapp, dan zoom meeting cloud. Kendala lainnya dalam pelaksanaan acara yaitu sinyal internet, karena panitia serta peserta benar-benar bekerja dan mengikuti pelaksanaan acara dari rumah masing-masing.

“Alhamdulillah pelaksanaan acara dapat berjalan secara baik dan lancar. Perlu menjadi catatan bahwa ini merupakan sejarah baru untuk ILMIKI karena untuk pertama kalinya Sidang Tahunan dilaksanakan secara online. Selain itu, terbentuknya tali silaturahim antara peserta dan panitia yang membuat rasa kekeluargaan atas acara ini ada. Masih banyak hal yang tidak bisa diceritakan satu persatu, namun jujur saja kami sebagai panitia berterimakasih kepada ILMIKI yang telah memberikan kesempatan untuk kami dan banyak sekali pembelajaran dan pengalaman yang didapatkan selama persiapan hingga pelaksanaan berakhir”, ujar Titis Mustikowati Danasari selaku ketua pelaksana.

Harapan setelah dilakukan kegiatan ini, semoga karena adanya kegiatan ini seluruh institusi eperawatan di Indonesia mulai wilayah 1 sampai 7 semakin terjalin tali silaturahim dan kekeluargaannya. Satukan Asa, Jaya Perawat Indonesia.

Penulis : Umi Maghfiroton Fitri (Airlangga Nursing Journalist)
Editor : Risky Nur Marcelina (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 70

Terpopuler