Dosen FKp Ajak Siswa SMAN 2 Lamongan Bentuk Safe Community

  • By Adelya Putri
  • In Ners News
  • Posted 12 November 2020

NERS NEWS – Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan terdapat 1,24 juta korban meninggal dunia dan 20 – 50 juta juta orang mengalami luka berat akibat kecelakaan lalu lintas. Indonesia negara dengan jumlah angka kecelakaan tertinggi. Jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 120 jiwa per harinya dan rata – rata 3 orang meninggal setiap jam.

Dosen Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan pengabdian masyarakat dengan mengajak siswa Palang Merah Remaja (PMR) SMAN 2 Lamongan membentuk safe community sebagai upaya promotif pengendaliaan dan penanganan kecelakaan lalu lintas. Pengmas yang diketuai oleh Erna Dwi Wahyuni, S.Kep.Ns.,M.Kep. yang beranggotakan Arina Qona’ah, S.Kep.,Ns.,M.Kep., Sriyono, S.Kep.,Ns, M.Kep. dan Achmad Ubaidillah Mughni, dilakukan di SMAN 2 Lamongan pada Senin (9/11/2020).

Safe community merupakan keadaan aman dan sehat yang tercipta dari, oleh dan untuk masyarakat. Safe community dibentuk sebagai tempat untuk memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan masyarakat, melakukan pembinaan kader/pemberdayaan masyarakat, untuk deteksi dini dan penanggulangan pertama kasus kegawat darurat,” ujar Arina.

Dengan menggunakan kombinasi metode ceramah melalui zoom, diskusi dan demonstrasi-simulasi yang santai dan menyenangkan, peserta pengabdian masyarakat sangat antusias.

“Melalui metode pembelajaran simulasi dibuat suatu tiruan terhadap suatu kejadian nyata, sehingga peserta pelatihan diajak untuk mampu memberikan bantuan hidup dasar, bebat bidai, serta ambulasi dengan menggunakan situasi tiruan. Metode ini dipilih untuk meningkatkan kemampuan peserta pelatihan melakukan bantuan hidup dasar, bebat bidai, serta ambulasi,” jelas Sriyono.

Erna Dwi Wahyuni, S.Kep.Ns.,M.Kep, dosen FKp UNAIR, berharap melalui serangkaian pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan berdampak pada perbaikan tata nilai masyarakat terutama perubahan pengetahuan tentang berkendara yang aman serta perubahan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakan sehingga terbentuknya safe community.

“Dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada SMAN 2 Lamongan, sehingga memiliki pemahaman dan bisa memberikan pertolongan yang tepat dan cepat ketika menemui kecelakaan lalu lintas, menurunkan angka kecacatan, dan kematian kecelakaan. Kemudian, diharapkan pada kesempatan berikutnya dapat ditambahkan keterampilan pertolongan pertama pada kegawatan sehari-hari lainnya,” pungkas Erna.(*)

Penulis: Achmad Ubaidillah Mughni
Editor: Adelya Salsabila Putri (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 65