Semakin Tingginya Angka Gangguan Jiwa, Mahasiswa Fakultas Keperawatan UNAIR Mengadakan Pos Kesehatan Jiwa di Lamongan

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 16 Agustus 2018

NERS NEWS - Gangguan kesehatan jiwa menjadi masalah kesehatan yang memiliki angka kejadian cukup tinggi. Angka yang tinggi ini diakibatkan kurangnya pengetahuan dalam mengendalikan faktor penyebab gangguan jiwa. Sangat jarang masyarakat yang memperhatikan kesehatan jiwa. Mereka cenderung lebih fokus terhadap kesehatan fisik, padahal kesehatan jiwa juga tidak kalah penting. Lamongan memiliki program Lamongan bebas pasung yang telah sukses, namun untuk posyandu jiwa sebagai upaya pencegahan belum ada di Desa Daliwangun. Dari sinilah Riris Medawati, Ayu Septia Malinda, Wahyu Agustin Eka Lestari, Verantika Setya Putri, dan Achmad Ubaidillah Mughni yang merupakan mahasiswa Fakultas Keperawatan berinisiatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jiwa melalui program pengabdian masyarakat "MENTOS (Mental Health Pos): Pos Pelayanan Preventif Gangguan Kesehatan Jiwa Melalui Pembentukan Kader Kesehatan Jiwa di Desa Daliwangun Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan". Dalam program ini mereka membentuk kader kesehatan jiwa dengan memberdayakan anggota karang taruna di Desa Daliwangun Kabupaten Lamongan.

"Program ini kami adakan supaya masyaraka lebih peduli tentang kesehatan jiwa, karena kami pikir masyarakat perlu untuk tahu bahwa kesehatan jiwa itu juga penting. Kan kalau mau sehat bukan hanya fisik tapi psikologis juga" ungkap Riris. Keberlajutan program ini terbentuknya Pos Kesehatan Jiwa yang terdapat kader kesahatan jiwa yang merupakan anggota karang taruna yang mampu melakukan screening dan edukasi masyarakat di balai desa Daliwangun.

Pin It
Hits 170