Program Spesialis Keperawatan: Medikal Bedah

Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Fakultas Keperawatan dibuka berdasarkan Surat Keputusan dari Pengurus Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (Perkumpulan LAM-PTKes) nomor: 0001/LAM-PTKes/Akr PSB.PTN-BH/Spe/I/2020 tentang Akreditasi Minimum dan SK Rektor nomor 38/UN3/2020, tenatng Pembukaan Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah pada Fakultas Keperawatan. Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah di Fakultas Keperawatan terdiri atas empat (4) peminatan, yaitu: keperawatan kegawatdaruratan, keperawatan anastesi, keperawatan kamar bedah, dan keperawatan kritis.

Kurikulum yang digunakan pada Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah merupakan kurikulum dari Koligium Keperawatan Medical Bedah, masukan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Himpunan Perawat Anestesi Indonesia (HIPANI) dan dikembangkan sesuai kebijakan Universitas Airlangga Surabaya. Kurikulum yang digunakan adalah berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), beban studi 46 sks. Metode pembelajaran yang digunakan antara lain praktik klinik di area peminatan, diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan metode pembelajaran lain, yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran.

Kegiatan capaian pembelajaran PS Spesialis Keperawatan Medikal Bedah dilakukan di RSUD Dr. Soetomo, RS Universitas Airlangga dan RS diluar negeri.

Visi Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah
“Menjadi Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah yang mandiri, inovatif, terkemuka, pelopor dalam pengembangan caring in advance care based on innovation and leadership Keperawatan Medikal Bedah dengan unggulan keperawatan kegawatdaruratan, keperawatan anastesi, keperawatan kamar bedah, dan keperawatan kritis di tingkat nasional dan internasional, berlandaskan nilai kebangsaan, etik dan moral agama.”

Misi Program Studi Magister Keperawatan
Menyelenggarakan tridarma perguruan tinggi dalam lingkup nasional dan internasional berlandaskan nilai kebangsaan, etik, dan moral agama, dengan:

  1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan Spesialis Keperawatan Medikal Bedah dengan unggulan keperawatan kegawatdaruratan, keperawatan anastesi, keperawatan kamar bedah, dan keperawatan kritis sesuai dengan perkembangan IPTEK.
  2. Menyelenggarakan penelitian klinik yang inovatif dan teruji untuk mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan atau seni dalam bidang Keperawatan Medikal Bedah atau praktik Keperawatan Medikal bedah.
  3. Menyelenggarakan pengabdian dalam bidang ilmu pengetahuan dan praktik Keperawatan Medikal Bedah kepada masyarakat berbasis fakta (Evidence Based Practice) berlandaskan nilai kebangsaan, etik dan moral agama.

Tujuan Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah:

  1. Menghasilkan lulusan Spesialis berkualitas yang unggul, mandiri, inovatif, dan mampu berkarya dalam bidang keperawatan Medikal Bedah berdasarkan etik dan moral agama yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
  2. Menghasilkan penelitian keperawatan klinik yang inovatif untuk mendorong pengembangan Keperawatan Medikal Bedah di tingkat nasional dan internasional.
  3. Menghasilkan pengabdian masyarakat berbasis penalaran dan karya penelitian yang bermanfaat dalam pemberdayaan masyarakat secara inovatif agar mampu menyelesaikan masalah Keperawatan Medikal Bedah secara mandiri dan berkelanjutan.
    Profil Spesialis Keperawatan Medikal Bedah

Lulusan spesialis Keperawatan Medikal Bedah Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga memiliki profil:

  1. Advanced Clinician: Mampu memberikan asuhan keperawatan Medikal Bedah lanjut dalam menangani permasalahan pasien sesuai spesialisasinya yaitu keperawatan kegawatdaruratan, keperawatan anastesi, keperawatan kamar bedah, dan keperawatan kritis
  2. Pendidik Klinik: Mampu bertindak sebagai pemberi pembelajaran untuk pasien, keluarga dan perawat pada level yang lebih rendah
  3. Case Manager: Mampu mengelola permasalahan pasien secara paripurna
    Peneliti Klinik: Mampu melakukan penelitian terhadap semua permasalahan yang dihadapi di tatanan klinik sesuai spesialisasinya yaitu keperawatan kegawatdaruratan, keperawatan anastesi, keperawatan kamar bedah, dan keperawatan kritis

 

SK. LAM-PTKes Akreditasi Prodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah

Informasi pendaftaran mahasiswa baru, Klik.

Booklet Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah:

Leaflet Spesialis Medikal Bedah page 1    Leaflet Spesialis Medikal Bedah page 2

 

  

Pin It
Hits 9299