PENDUKUNG NUTRISI PASIEN HIV/AIDS, MAKANAN TINGGI KALORI DAN TINGGI PROTEIN

2020-10-07 04:18:37


HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus sejenis retrovirus, yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Penderita HIV akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga mudah terinfeksi berbagai penyakit. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan stadium akhir dari HIV. AIDS muncul setelah lima atau sepuluh tahun bahkan lebih setelah terkena HIV yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang semakin lama semakin lemah sehingga semua penyakit dapat masuk kedalam tubuh. Sedangkan, ODHA adalah sebutan untuk orang – orang yang telah mengidap HIV/AIDS.

Penularan HIV utamanya melalui kontak dengan darah penderita yang terinfeksi HIV yaitu dengan hubungan seksual dengan penderita HIV, mendapat trasfusi darah dari orang yang terinfeksi HIV, menggunakan jarum suntik secara bergantian tanpa menjaga kesterilannya, serta dari ibu ke janin yang dikandungnya. Gejala khas yang dapat ditemui pada ODHA adalah penurunan berat badan yang drastis akibat rusaknya dinding usus sehingga penyerapan nutrisi dan makanan tidak berjalan optimal. Oleh karena itu, perawatan dan pengobatan pada ODHA perlu diimbangi dengan keadekuatan asupan nutrisi, salah satunya dengan pemberian makanan tinggi kalori dan tinggi protein (TKTP).

Diet TKTP adalah diet yang mengandung energi dan protein di atas kebutuhan normal. Diet diberikan dalam bentuk makanan biasa ditambah bahan makanan sumber protein tinggi seperti susu, telur, dan daging. Diet TKTP juga merupakan pengaturan jumlah kalori dan protein serta jenis zat makanan yang dimakan setiap hari agar tubuh tetap sehat dan keadaan gizi ini sangat berpengaruh pada proses penyembuhan penyakit, Dalam seporsi makanan TKTP harus memenuhi syarat sebagai berikut: tinggi energi (40-45 kkal/kg BB); tinggi protein (2,0-2,5 g/kg BB); cukup mineral dan vitamin; kandungan lemak 10-25% dari kebutuhan energi total; dan cukup karbohidrat.

Dalam jurnal yang berjudul “Pendekatan Diagnostik dan Penatalaksanaan Pada Pasien HIV_AIDS Secara Umum” Kalori yang tinggi digunakan untuk mengompensasi penurunan berat badan dan peningkatan metabolisme ODHA akibat infensi. Protein tinggi, berfungsi memelihara dan mengganti jaringan sel tubuh yang rusak.

Pemberian diet TKTP bertujuan untuk memenuhi kebutuhan protein dan kalori, menambah berat badan hingga mencapai normal, menjamin terbentuknya sel-sel baru di dalam jaringan tubuh sehingga mencegah dan mengurangi kerusakan jeringan. Bahan makanan yang menjadi sumber utama protein dan kalori yang baik untuk diet TKTP adalah:

a. Bahan makanan sumber protein
- Sumber protein hewani : ayam, daging, hati, ikan, telur, susu, keju
- Sumber protein nabati : kacang-kacangan
b. Bahan makanan sumber kalori
- Sumber hidrat arang : beras, jagung, ubi singkong, roti, kentang, mie, tepung.
- Sumber lemak : minyak goreng, mentega

Cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada ODHA yaitu:

a. Melibatkan anggota keluarga untuk membantu memantau asupan nutrisi ODHA.
b. Menyediakan makanan dengan cara yang berbeda. Sebagai contoh memasak wortel menjadi sayur sop atau mengolah wortel menjadi jus Sehingga manfaat yang didapatkan tetap sama namun pasien ODHA tidak merasa bosan mengonsumsinya.
c. Mengolah makanan tanpa menambahkan vetsin atau penyedap rasa supaya kesehatan makanan tetap terjaga.
d. Mengolah makanan secukupnya, tidak sampai berlebih sehingga tidak menyisakan makanan untuk dimakan keesokan hari.
e. Menyediakan makanan dalam keadaan hangat, supaya nafsu makan ODHA tetap terjaga.
f. Menyediakan snack yang memiliki kandungan nutrisi di sela-sela jam makan.

Penyusun:
Dr. Ninuk Dian K S.Kep.Ns., MANP. (Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga)
Sulpince Weya, Putri Alifian Sumarjo, Syafira Dhea Fitra Ningtyas , Melynia Purwatiningrum, Fauziah Dinda Pratama, Tiyani, Devina Nada Dwi Putriary, Julfia Aina Sari, Amalia Bella Fernanda, Titis Mustikowati Danasari, Ajeng Triska Permata Sari. (Kelompok 1 Kelas A2-2018)

 

 

Referensi:
Anwar, Yelfi, dkk. 2018. Karakteristik Sosiodemografi, Klinis, dan Pola Terapi Antiretroviral Pasien HIV/AIDS di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Periode Januari – Juni 2016. Jurnal Farmasi Indonesia, 15(1).

Dewita, Gita, et al. "Pendekatan Diagnostik dan Penatalaksanaan Pada Pasien HIV-AIDS Secara Umum." Medical Profession Journal Of Lampung [MEDULA] 6.1 (2016): 56-61.

Haqiqi, F. N., & Warganegara, E. (2017). Infeksi Tuberkulosis Pulmonar dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus Pulmonary Tuberculosis Infection With Human Immunodeficiency Virus ( HIV ) Infection. 7, 11–16.

Munfaridah dan Diah Indriani. 2016. Analisis Kecenderungan Survival Penderita HIV (+) dengan Terapi ARV Menggunakan Aplikasi Life Table. Jurnal Biometrika dan Kependudukan, 5(2).

Nainggolan, Hermi. 2013. Analisis Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP) pada Penderita TB Paru Rawat Inap di Rumah Sakit Martha Friska Pulo Brayan. 09100020.

Oki Oktaviani. (2013). Gambaran Perilaku Pemenuhan Kebutuhan Gizi Pada Anak Terinfeksi Human Immunodeficiency Virus di Yayasan Tegak Tegar Tahun 2013. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Rusti, Sukarsi dan Irmayeni Elinda. 2018. Studi Retrospektif Ketahanan Hidup Orang dengan Infeksi HIV/AIDS (ODHA). Jurnal Human Care, 3(3).

SMC (Rumah Sakit Samarinda Medika Citra. 2018. Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein. http://rsusmc.com/2018/03/20/diet-tinggi-kalori-tinggi-protein/#:~:text=Diet%20Tinggi%20Kalori%20Tinggi%20Protein%20(TKTP)%20adalah%20diet%20yang%20mengandung,susu%2C%20telur%2C%20dan%20daging . (Diakses 29 September 2020)

Yanuar, C. N. (2019). Perilaku Pemenuhan Kebutuhan Gizi Pada Ibu Hamil yang Terinfeksi HIV/AIDS di Kabupaten Jember. Universitas Jember.


KIRIM TULISAN
LITERASI HIDUP SEHAT