Manajemen Nutrisi Pasien Hiv/Aids Dengan Diabetes Melitus

2020-10-07 21:52:17


HIV/AIDS menjadi sebuah tantangan kesehatan hampir di seluruh dunia. Jumlah akumulatif infeksi HIV yang dilaporkan pada tahun 2018 sebanyak 301.959 jiwa. HIV/AIDS paling banyak ditemukan pada usia produktif dengan rentang umur 20-49 tahun. Provinsi di Indonesia yang memiliki kasus HIV tertinggi adalah DKI Jakarta dengan jumlah 55.009 jiwa, dan diikuti dengan Jawa Timur (43.399 jiwa), Jawa Barat (31.293 jiwa), Papua (30.699 jiwa) dan Jawa Tengah (24.757 jiwa).

Angka diabetes lebih tinggi ditemukan pada orang dengan HIV jika dibandingkan dengan orang tanpa HIV. Peradangan kronis akibat dari aktivitas sistem kekebalan tubuh yang menurun dan berkelanjutan sebagai pertahanan terhadap infeksi HIV juga menjadi salah satu faktor meningkatkan resiko terjadinya diabetes melitus. Beberapa penelitian menunjukan bahwa obat anti-retrovial memiliki efek menganggu organ pankreas dalam memproduksi insulin sehingga berisiko terjadinya diabetes melitus.

Orang dengan HIV/AIDS dengan diabetes melitus yang mengkonsumsi makanan sehat dan menjalani pengobatan secara teratur lebih mungkin untuk memiliki kualitas hidup yang tinggi, kadar gula darah mereka lebih terkontrol dan lebih sedikit mengalami depresi. ODHA yang rajin mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang memiliki sistem kekebalan yang baik sehingga dapat meminimalkan efek samping pengobatan dan lama di rawat dirumah sakit. Studi penelitian yang dilakukan di San Fanscisco menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah orang dengan HIV yang memiliki komplikasi diabetes melitus dapat mencapai kontrol gula darah yang optimal, menurunkan masa rawat inap dan kunjungan gawat darurat.

Manajemen diet pada orang dengan HIV/AIDS dengan penyakit penyerta diabetes melitus dapat dilakukan dengan beberapa cara melakukan Gerakan 3J (Jumlah, Jenis, dan Jadwal). Yang pertama adalah jumlah, yaitu mengkonsumsi jumlah makanan disesuaikan dengan berat badan pasien HIV/AIDS dengan diabetes melitus yang aman dan nyaman, terutama membatasi jumlah kalori atau sumber karbohidrat yang dikonsumsi dalam sekali makan. Yang kedua jenis, yaitu jenis makanan utama yang dikonsumsi dapat diseduaikan dengan “Konsep Piring Makan Model T”. Konsep piring makan model T artinya dalam piring tersebut harus mengandung karbohidrat, ptotein, vitamin dan mineral dengan jumlah sayur dan buah lebih banyak dibandingkan dengan protein dan karbohidrat. Dan yang terakhir adalah jadwal, jadwal makan terdiri dari 3 kali akan utama dan 2-3 kali makan selingan dengan mengikuti prinsip porsi kecil dan sering.

Orang dengan HIV/AIDS yang disertai diabetes melitus sangat dianjurkan untuk mempertahankan berat badan yang sehat jika mengalami kelebihan berat badan maka sangat disarankan untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan berat badan sehat sesuai dengan kondisi masing-masing. Selanjutnya mengkonsumsi makanan yang sehat, makanan yang dianjurkan untuk makan berbagai makanan yang sehat dan seimbang, membatasi makanan yang mengandung tinggi lemak, gula, serta garam. Selain itu, untuk menjaga berat badan dan kebugaran tubuh orang dengan HIV/AIDS yang disertai diabetes melitus dianjurkan untuk melakukan olahraga ringan seperti berjalan atau lari-lari kecil selama 30 menit setiap hari.

Orang dengan HIV/AIDS membutuhkan asupan makanan yang sehat dan seimbang. Orang dengan HIV/AIDS cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah yang disebabkan oleh virus HIV yang menyerang sistem tersebut, oleh karena itu orang dengan HIV/AIDS membutuhnya pemenuhan gizi yang seimbang dan tercukupi. Namun, pada orang dengan HIV/AIDS yang disertai komplikasi diabetes melitus dianjurkan untuk menurunkan asupan karbohidrat, makanan manis dan yang mengandung lemak tinggi. Manajemen diet untuk orang dengan HIV/AIDS yang disertai dengan diabetes melitus bertujuan untuk mempertahankan status gizi, mempertahankan berat badan, dan juga menjaga kestabilan dari sistem kekebalan tubuh.

Karbohidrat menjadi zat yang sangat penting untuk tubuh, namun ODHA yang memiliki diabetes melitus di anjurkan mengurangi karbohidrat seperti nasi putih. Namun ODHA dapat mengganti sumber karbohidrat dengan nasi merah atau jenis gandum. Selain mengurangi makanan tersebut, orang dengan HIV/AIDS juga perlu menkonsumsi sayur dan buah serta menghindari makanan instan dan berkaleng. Untuk protein dianjurkan mengkonsumsi protein yang berasal dari tumbuhan seperti dari kacang-kacangan, tempe dan tahun. Dianjurkan menghindari mengkonsumsi olahan daging yang memiliki kandungan lemak tinggi seperti jerohan, gajih dan daging yang berlemak, jika ingin mengkonsumsi daging dianjurkan menggunakan daging merah atau mengkonsumsi daging yang memiliki serat lemak sedikit. Diet pada orang dengan HIV/AIDS dengan diabetes melitus pada umumnya bertujuan untuk mempertahankan kadar gula darah tetap stabil sehingga tidak menimbulkan hiperglikemia dan beresiko terjadinya komplikasi yang lain.

Penulis: Kelompok 3 AJ-2 / B- 22 Maria Theresia Dhiu , Arlesiane Bida Ndjurumbaha , Mathilda Margaretha Siga, Pretty Erawati, Ni’Ma Safrotul Mafruchah, Dina Muhyina Nur Rizqiana, Uswatun Khasanah, Candra Pratiwi, Arifani Adibah, Ariska Nur Hidayatul. Dosen Pembimbing: Dr. Ninuk Dian K, S.Kep., Ns., MANP

Referensi :
Duncan, A. (2015). Dietary Interventions in People with HIV and Diabetes. In Health of HIV Infected People: Food, Nutrition and Lifestyle with Antiretroviral Drugs (Vol. 1). Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-800769-3.00021-4

Food is Medicine for HIV-Positive and Type 2 Diabetes Patients | UC San Francisco. (n.d.). Retrieved September 13, 2020, from https://www.ucsf.edu/news/2017/01/405651/food-medicine-hiv-positive-and-type-2-diabetes-patients

HIV and Diabetes | Understanding HIV/AIDS | AIDSinfo. (n.d.). Retrieved September 13, 2020, from https://aidsinfo.nih.gov/understanding-hiv-aids/fact-sheets/22/59/hiv-and-diabetes

InfoPublik - Jumlah ODHA Tahun 2018 Sebanyak 640.443 Jiwa. (n.d.). Retrieved September 14, 2020, from http://infopublik.id/kategori/sosial-budaya/314722/jumlah-odha-tahun-2018-sebanyak-640-443-jiwaDuncan, A. (2015). Dietary Interventions in People with HIV and Diabetes. In Health of HIV Infected People: Food, Nutrition and Lifestyle with Antiretroviral Drugs (Vol. 1). Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-800769-3.00021-4

Type 2 diabetes and HIV | aidsmap. (n.d.). Retrieved September 13, 2020, from https://www.aidsmap.com/about-hiv/type-2-diabetes-and-hiv


KIRIM TULISAN
LITERASI HIDUP SEHAT