SUPLEMEN MAKANAN SEBAGAI DUKUNGAN NUTRISI ODHA

2020-10-08 01:18:39


“Memburuknya status gizi merupakan risiko tertinggi penyakit ini sehingga kesehatan umum pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) cepat menurun”, Almatsier S (2007) dalam Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 2013. Hal ini menunjukkan bahwaapabila konsumsi makanan pada ODHA mengalami kekurangan dapat menyebabkan malnutrisi (gizi buruk), sehingga mempercepat perkembangan penyakit HIV dan dapat menurunkan imun orang tersebut. Pemberian suplemen makanan pada ODHA sangat penting untuk meningkatkan asupan nutrisi dan nafsu makan, sehingga berat badan pada ODHA meningkat dan kebutuhan gizi pun tercukupi.

Status nutrisi pada ODHA dapat terlihat dari massa otot yang menggambarkan cadangan protein. Infeksi HIV yang tidak diterapi ditandai dengan hilangnya protein otot dengan cepat dan lebih tepatnya hilangnya massa sel tubuh yang tidak dapat diukur secara langsung pada pemeriksaan klinis rutin. Hilangnya massa otot dan viseral dapat tertutupi oleh bertambahnya cairan ekstra sel dan atau massa lemak, sehingga penurunan berat badan, IMT dan riwayat penurunan berat badan tidak dapat digunakan sebagai prediktor prognosis. Malnutrisi dapat berperan pada frekuensi dan derajat keparahan infeksi yang terlihat pada penyakit AIDS dengan melibatkan fungsi imun. Defisiensi kalori, protein, tembaga, seng, selenium, besi, asam lemak esensial, vitamin B6, asam folat, dan vitamin A, C, E, kesemuanya dapat mengganggu fungsi imun. Penurunan BB yang berat juga dapat merusak organ tubuh yang dapat meningkatkan risiko kematian dari infeksi.

Secara langsung, faktor nutrisi memengaruhi sistem imun manusia. Pemberian nutrisi yang tepat dan cukup berfungsi untuk menjaga jaringan, sel, maupun organ-organ dalam tubuh penderita HIV dapat bekerja lebih baik. Prinsip dukungan nutrisi terhadap pasien HIV AIDS adalah mencegah terjadinya malnutrisi dan kekurangan tenaga, mengembalikan dan mempertahankan berat badan ideal, meningkatkan kemampuan tubuh melawan berbagai infeksi, menghambat perkembangan penyakit HIV ke AIDS, meningkatkan efek obat-obatan, serta memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup.

Pada pemberian suplementasi berupa multivitamin dan mineral kompleks termasuk zat besi kepada penderita HIV memiliki pengaruh sel darah putih dalam tubuh. Zat besi merupakan salah satu unsur zat gizi yang berperan penting dalam menjaga pertahanan imun tubuh, karena pada saat kadar zat besi menurun, sel-sel imun dalam tubuh cenderung juga mengalami penurunan dalam mempertahankan fungsinya untuk menjaga kekebalan tubuh. Kurangnya zat besi dalam tubuh akan memberikan dampak negatif sehingga menyebabkan terjadinya penurunan aktivasi sel limfosit dalam siklus sel (regenerasi sel), serta menghambat pembentukan antibodi sehingga proses penggandaan virus HIV dalam sel akan lebih cepat terjadi. Peran zat besi bagi penderita HIV adalah mendukung peningkatan kadar sel limfosit dalam darah. Turunnya kadar besi dalam tubuh akan sejalan dengan melemahnya kemampuan pertahanan tubuh dalam mempertahankan kekebalan tubuhnya, menghambat proses penyerapan zat gizi serta menurunnya sensitivitas sistem imun terhadap masuknya penyakit disertai penurunan aktivitas fagositosis (perusakan benda/zat asing oleh sel darah putih). Pemberian asupan suplemen tunggal zat besi dinilai efektif dalam memberikan dampak positif pada peningkatan respon imun jika durasi pemberian dan jumlahnya sesuai.

Nutrisi yang baik dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh ODHA sehingga membantu mencegah infeksi, membantu pengobatan dan mencegah terjadinya komplikasi. ODHA atau Orang Dengan HIV/AIDS, cenderung memiliki daya tahan tubuh yang rendah karena virus penyakit yang menyerang kekebalan tubuh penderitanya. Selain itu, penggunaan obat-obatan untuk terapi penyakit ini, juga mempengaruhi kondisi tubuh ODHA. Penderita HIV/AIDS umumnya akan mengalami penurunan berat badan dan menjadi mudah terserang infeksi penyakit tertentu. Oleh karenanya, seorang penderita HIV/AIDS harus lebih memperhatikan asupan nutrisinya. Nutrisi yang baik dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh penderita, sehingga membantu mencegah infeksi dan pengobatan, serta mencegah terjadinya komplikasi penyakit. Nutrisi untuk ODHA berperan penting karena berkaitan dengan penanganan terhadap HIV atau. Gizi seimbang dan konsultasi diet dengan para ahli membantu menyeimbangkan kekebalan tubuh, malnutrisi, dan infeksi HIV. Penilaian rutin harus dilakukan yang terdiri dari diet dan status gizi (berat badan dan perubahan berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh atau lingkar lengan, dan gejala penyaktit, serta diet yang dilakukan) untuk orang yang hidup dengan HIV. Diet yang diberikan kepada pasien tersebut harus kaya akan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Seorang ahli gizi harus terlibat dalam membimbing pasien atau keluarga mereka untuk menyiapkan makanan bergizi. Konseling dan dukungan nutrisi dapat menunda atau bahkan mencegah pengembangan AIDS dan dapat memperbaiki kualitas dan lamanya hidup ODHA. Pasien ODHA sebaiknya lebih memperhatikan asupan zat gizi yang dikonsumsi supaya dapat memenuhi kebutuhan tubuhnya sehingga penurunan berat badan yang tidak diinginkan dapat dicegah.

Oleh:

Dr. Ninuk Dian. K, S.Kep., Ns., MANP, Yunia Ika Wahyuningsih, Siti Aisyah Noor Afifah, Febry Hayyu Hanifah, Nurika Dian Meirani, Nadilla Salsabilla, Dhuriatul Nurcholisa Agustin, Nabilla Farhana Febriyanti, Rona Meilynasari, Purwestri Dyah Kinanti, Anni Izza Hanifa.

 

DAFTAR PUSTAKA

Yuniarti, dkk. 2013. Pengaruh Konseling Gizi dan Penambahan Makanan terhadap Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Pasien HIV/AIDS. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 9 (3) : 132 – 138.

Simanungkalit, Bona, dkk. 2013. Studi Intervensi Pangan Olahan Siap Saji Steril Iradiasi pada Residen Rehabilitasi Narkoba. Jurnal Imliah Aplikasi Isotop dan Radiasi. 9 (1) : 35-44

Dian permatasari., 2016., Tatalaksana Nutrisi Pada Pasien Dengan Infeksi Human Imunodeficiency Virus. Jakarta: Universitas Indonesia.

Maulina, P. H., & Farapti. (2019.). STATUS ZINC DAN PERAN SUPLEMENTASI ZINC TERHADAP SISTEM IMUN PADA PASIEN HIV/AIDS: A SYSTEMATIC REVIEW. Media Gizi Indonesia , 115-122.


KIRIM TULISAN
LITERASI HIDUP SEHAT