Edukasi “6 Langkah Cuci Tangan Lawan Kuman Jahat”: Upaya Promosi Kesehatan Mahasiswa Keperawatan Unair untuk Menambah Pengetahuan Orang Tua tentang Cara Cuci Tangan yang Baik dan Benar

Foto Kegiatan PKRS di IRNA 4 Pediatri RS Universitas Airlangga
Oleh : Adysti Rizki Anggraini

NERS NEWS – Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga kelas A3 Angkatan 2023 kelompok A5 melaksanakan kegiatan promosi kesehatan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis klinik keperawatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026 pukul 11.00–11.30 WIB di Ruang IRNA 4 Pediatri Rumah Sakit Universitas Airlangga dengan sasaran pasien anak dan keluarga yang sedang menjalani perawatan. Kegiatan ini bertujuan menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui penyuluhan mengenai enam langkah mencuci tangan yang baik dan benar.

Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Dosen Pembimbing Akademik Keperawatan Anak, Prof. Dr. Yuni Sufyanti Arief, S.Kp., M.Kes., serta Pembimbing Klinik (CI) Widia Yuniarti, S.Kep., Ns., yang memberikan arahan dan dukungan selama pelaksanaan promosi kesehatan berlangsung.

Kegiatan diikuti oleh orang tua pasien anak yang sedang menunggu pelayanan di IRNA 4 Pediatri. Acara dimulai dengan perkenalan mahasiswa dan penyampaian tujuan kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan menggali pengetahuan awal peserta mengenai cara mencuci tangan yang benar melalui diskusi singkat. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan media PowerPoint dan leaflet, disertai demonstrasi serta sesi tanya jawab agar mudah dipahami oleh peserta.

Dalam pemaparan materi, tim menjelaskan bahwa mencuci tangan merupakan kegiatan membersihkan tangan menggunakan air mengalir dan sabun untuk menghilangkan kuman, bakteri, dan virus. Kebiasaan ini sangat penting karena tangan menjadi media utama penyebaran penyakit, terutama di lingkungan rumah sakit yang rentan terhadap infeksi. Peserta juga diperkenalkan pada tujuh waktu penting mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin, dan setelah beraktivitas di luar rumah, sehingga kebiasaan ini diharapkan menjadi rutinitas sehari-hari.

Bagian utama penyuluhan menyoroti enam langkah mencuci tangan yang dianjurkan oleh WHO, yaitu membasahi tangan dengan air mengalir dan sabun, menggosok telapak dan punggung tangan, membersihkan sela-sela jari, memutar ibu jari, membersihkan ujung jari, kemudian membilas dan mengeringkan tangan. Untuk memudahkan peserta mengingat, langkah tersebut disingkat dengan istilah “tepung selaci puput”. Selain itu, tim juga menjelaskan alat dan bahan yang diperlukan seperti air bersih mengalir, sabun, alat pengering, dan wastafel yang memadai agar praktik cuci tangan dapat dilakukan dengan optimal.

Melalui kegiatan singkat namun padat ini, mahasiswa berharap pesan sederhana tentang mencuci tangan dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan serta membantu mencegah penularan penyakit sejak dini. Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Good Health and Well-Being melalui upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, SDGs 4 tentang Quality Education melalui pemberian edukasi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan, serta SDGs 17 tentang Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.

Penulis: Hanin Salwa Esa Ramadhani

Editor: Farah Dina Azizatul Aulia (Airlangga Nursing Journalist)