
NERS NEWS – Mahasiswa praktik kelompok C2 Kamar Bersalin dan C7 Irna Obgyn Rumah Sakit Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan PKRS tentang tanda bahaya masa nifas pada Jumat, 27 Februari 2026 WIB di ruang tunggu Irna Obgyn RS Universitas Airlangga. Kegiatan ini diikuti oleh ibu pasca melahirkan dan keluarga pasien untuk meningkatkan pengetahuan serta kewaspadaan terhadap bahaya masa nifas.
Kegiatan PKRS ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan yang membahas berbagai tanda bahaya pada masa nifas, seperti perdarahan berlebihan, demam tinggi, nyeri perut hebat, keluarnya cairan berbau dari jalan lahir, serta pembengkakan pada kaki yang dapat mengindikasikan komplikasi. Penyampaian materi dilakukan secara langsung menggunakan media leaflet dan diskusi interaktif sehingga peserta dapat lebih mudah memahami informasi yang diberikan serta memiliki kesempatan untuk bertanya terkait kondisi kesehatan ibu setelah melahirkan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa praktik keperawatan kelompok C2 Kamar Bersalin dan C7 Irna Obgyn di bawah bimbingan tenaga kesehatan Rumah Sakit Universitas Airlangga. Penyuluhan dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 09.00 WIB di ruang tunggu Irna Obgyn RS Universitas Airlangga dan dihadiri oleh beberapa ibu pasca persalinan serta keluarga pasien yang sedang menunggu pelayanan kesehatan.
Pelaksanaan PKRS ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas dan keluarga mengenai tanda bahaya pada masa nifas sehingga mereka dapat segera mengenali gejala komplikasi dan mencari pertolongan medis dengan cepat. Edukasi ini penting mengingat masa nifas merupakan periode yang rentan terhadap berbagai komplikasi kesehatan pada ibu. Melalui kegiatan ini diharapkan ibu dan keluarga mampu berperan aktif dalam menjaga kesehatan ibu setelah melahirkan serta mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.
Kegiatan edukasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yaitu:
SDG 3 yaitu Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), khususnya dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan menurunkan angka kematian ibu melalui peningkatan pengetahuan tentang tanda bahaya masa nifas.
SDG 4 yaitu Quality Education (Pendidikan Berkualitas), melalui pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan ibu pasca persalinan.
Melalui kegiatan PKRS ini, diharapkan ibu nifas dan keluarga lebih memahami tanda bahaya setelah persalinan sehingga dapat segera mengambil tindakan yang tepat. Kegiatan ini juga menjadi kontribusi mahasiswa dan institusi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat serta mendukung pencapaian SDGs di bidang kesehatan.
Penulis: Andini Maudya Pramesti
Editor: Raffa Nadiya Primatiana (Airlangga Nursing Journalist)




