
NERS NEWS — Pada hari ini Kamis, 2 April 2026 jam 08.37-09.42 WIB, di ruang tunggu Poli THT Rumah Sakit Universitas Airlangga, mahasiswa kelompok 4 stase KMB menyelenggarakan kegiatan PKRS (Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit). Kegiatan ini ditujukan kepada pasien dan keluarga sebagai upaya edukasi mengenai rhinitis dan teknik cuci hidung.
Acara dipandu oleh MC Azra Rizky Qonita, sedangkan penyampaian materi dilakukan oleh Atika Septarini, Awig Purbaningrum, dan Armina Latifatul Asna. Materi yang diberikan meliputi pengertian, penyebab, tanda dan gejala, faktor risiko, dampak, dan cara pencegahan rhinitis. Selain itu terdapat juga demonstrasi cara pengobatan dan pengendalian rhinitis dengan teknik cuci hidung. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga agar mampu memberikan perawatan yang tepat saat terjadi rhinitis.

Penyuluhan diikuti oleh 10 peserta yang sedang menunggu antrian di poli THT Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan ini juga didampingi oleh pembimbing klinik, yaitu Ners Hendra Kurnia R, S.Kep,. Ns., M.Sc. Dalam arahannya, beliau menjelaskan bahwa teknik cuci hidung pada pasien rhinitis dapat dilakukan menggunakan cairan NaCl 0,9%. Cairan NaCl 0,9% dianjurkan karena larutan tersebut merupakan larutan isotonik yang kandungannya dengan cairan dalam tubuh sehingga ketika dimasukkan ke dalam hidung tidak menimbulkan rasa pekak atau tidak nyaman pada hidung. Pasien dan keluarga diharapkan dapat melakukan teknik cuci hidung sendiri di rumah dengan benar dan tanpa rasa khawatir efek sampingnya.
Selama pelaksanaan kegiatan juga dilakukan sesi umpan balik melalui tanya jawab bersama peserta. Dalam sesi tersebut terdapat satu orang keluarga pasien yang mengajukan pertanyaan terkait masa penggunaan cairan NaCl 0,9%. Diskusi ini membantu memperjelas materi yang telah disampaikan serta meningkatkan pemahaman peserta terhadap masa penggunaan cairan NaCl 0,9% yang dapat digunakan beberapa kali sebelum tanggal expired asalkan ditutup dengan rapat dan disimpan di tempat yang aman.

Kegiatan edukasi kesehatan ini juga mendukung tujuan Sustainable Development Goal 3: Good Health and Well-Being yang berfokus pada upaya mewujudkan kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua orang. Melalui penyuluhan mengenai rhinitis dan teknik cuci hidung, mahasiswa membantu meningkatkan pengetahuan peserta tentang rhinitis serta pengobatan dan pengendaliannya dengan teknik cuci hidung. Melalui penyuluhan ini diharapkan pasien dan keluarga mampu melakukan cuci hidung dengan benar untuk pencegahan dan pengendalian gejala rhinitis. Selain itu juga lebih waspada terhadap pemicu, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta lebih cepat mencari informasi dan penanganan medis yang tepat. Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kekambuhan rhinitis di masyarakat.
Penulis: Awwaliyah Mahfudhoh





