Mahasiswa Keperawatan Unair Gelar Program BERANI untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat tentang Stroke

NERS NEWS — Surabaya — Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) Kelas A3 Angkatan 2023 menyelenggarakan kegiatan Project Based Learning (PjBL) Mata Kuliah Keperawatan Gawat Darurat melalui program edukasi kesehatan bertajuk BERANI (Bersama Kenali dan Antisipasi Stroke Sejak Dini) dengan tema “Berani Hidup Sehat, Berani Cegah Stroke”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juni 2026 di wilayah Ploso, Kecamatan Tambaksari, Surabaya ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stroke, deteksi dini, serta tindakan pertolongan pertama pada kondisi stroke.

Kegiatan BERANI diawali dengan pemeriksaan kesehatan dan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai stroke, faktor risiko, tanda dan gejala, pencegahan, serta tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga memberikan demonstrasi metode BEFAST (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time) untuk mengenali tanda-tanda stroke secara dini dan teknik Head Tilt–Chin Lift sebagai salah satu tindakan untuk menjaga jalan napas pada kondisi kegawatdaruratan. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, dan praktik bersama peserta.

Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelas A3 Angkatan 2023 dengan bimbingan dosen Mata Kuliah Keperawatan Gawat Darurat, yaitu Erna Dwi Wahyuni, S.Kep., Ns., M.Kep., Dr. Ninuk Dian K., S.Kep., Ns., MANP., dan Dr. Sriyono, S.Kep., M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB. Kegiatan berlangsung di wilayah Ploso, Kecamatan Tambaksari, Surabaya dan dihadiri oleh 29 peserta. Pada pelaksanaan kegiatan, Erna Dwi Wahyuni, S.Kep., Ns., M.Kep. turut hadir memberikan penguatan materi kepada peserta. Antusiasme peserta terlihat dari adanya 3 peserta yang mengajukan pertanyaan serta 1 peserta yang berpartisipasi langsung dalam demonstrasi BEFAST dan Head Tilt–Chin Lift.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian stroke yang masih menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda-tanda stroke dan tindakan awal yang tepat dapat menyebabkan keterlambatan penanganan yang berdampak pada kondisi pasien. Oleh karena itu, program BERANI hadir sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sehingga mampu mengenali gejala stroke lebih dini serta memberikan pertolongan pertama yang tepat sebelum bantuan medis diperoleh. Upaya ini sejalan dengan tujuan pembangunan kesehatan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Salah satu peserta, Ibu Annita, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Beliau mengatakan, “Semoga sukses mahasiswa dan diharapkan pembelajaran ini bisa diterima khususnya kader tentang tindakan pertolongan pertama pada korban stroke.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa materi yang diberikan dinilai bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya kader kesehatan yang berperan dalam memberikan edukasi dan bantuan awal di lingkungan sekitar.

Kegiatan BERANI mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stroke, deteksi dini, dan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs 4 (Quality Education) melalui penyebarluasan edukasi kesehatan kepada masyarakat serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, kader, dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan komunitas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu Keperawatan Gawat Darurat yang telah dipelajari, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, tanggap, dan siap menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Penulis: Fitri Damayanti Adam