
NERS NEWS— Surabaya, 19 Agustus 2026 — Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit TB Paru” di Puskesmas Kalijudan Surabaya, Rabu (19/8). Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00–10.00 WIB ini menyasar masyarakat yang berada di lingkungan Puskesmas Kalijudan.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya promotif dan preventif mahasiswa Profesi Ners dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tuberkulosis (TB) paru, termasuk cara penularan, tanda dan gejala, upaya pencegahan, serta pentingnya pengobatan secara tuntas.
Dalam kegiatan edukasi, masyarakat diberikan pemahaman bahwa TB paru merupakan penyakit menular yang dapat menyebar melalui udara, terutama ketika penderita TB paru mengeluarkan droplet atau percikan saat batuk, bersin, maupun berbicara. Oleh karena itu, penerapan etika batuk, menjaga ventilasi dan sirkulasi udara, menggunakan masker pada kondisi tertentu, serta melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TB menjadi bagian penting dalam pencegahan penularan.
Selain pencegahan, edukasi juga menekankan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan TB. Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala seperti batuk yang berlangsung lama, berkeringat pada malam hari, demam, penurunan berat badan, mudah lelah, atau gejala lain yang menetap. Pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan sedini mungkin dapat membantu mencegah komplikasi sekaligus mengurangi risiko penularan kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitar.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh 11 mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berperan dalam memberikan informasi kesehatan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan TB paru.
Pelaksanaan edukasi di Puskesmas Kalijudan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penanggulangan TB paru membutuhkan peran bersama antara individu, keluarga, masyarakat, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan pengetahuan yang baik serta perilaku hidup sehat, masyarakat diharapkan mampu berkontribusi dalam memutus rantai penularan TB dan mendukung tercapainya lingkungan yang lebih sehat.





