
NERS NEWS – (Sabtu, 21 Februari 2026) Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 1, 2, dan 3 Gelombang 2 yang menjalani praktik Keperawatan Kesehatan Komunitas di wilayah kerja Puskesmas Klampis Ngasem telah melaksanakan kegiatan Diseminasi Awal Stase Komunitas di RW 06 Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Kegiatan ini menjadi tahap penting setelah pelaksanaan pengkajian komunitas yang dilakukan melalui metode windshield survey dan door to door pada periode 9 Februari–14 Maret 2026, sebagai dasar penyusunan intervensi keperawatan komunitas yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan warga.
Diseminasi awal bertujuan untuk menyampaikan ringkasan temuan pengkajian kepada masyarakat dan pemangku kepentingan setempat, sekaligus membangun kesepahaman tentang masalah kesehatan prioritas yang perlu ditangani bersama. Melalui forum ini, mahasiswa memaparkan gambaran umum kondisi RW 06, termasuk profil demografi, pola perilaku kesehatan, kondisi lingkungan fisik, serta pemanfaatan fasilitas kesehatan. Pemaparan dilakukan sebagai bentuk transparansi proses pengkajian sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat agar ikut terlibat dalam pengambilan keputusan terkait program kesehatan komunitas.
Dalam penyampaian hasil, mahasiswa menekankan bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi isu dominan di RW 06. Data menunjukkan hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak dialami warga (61,8%), disusul diabetes melitus (16%). Pada kelompok lansia, hipertensi ditemukan pada 53,2% lansia dan diabetes melitus pada 19,5% lansia, sedangkan pada kelompok usia produktif terdapat hipertensi (24%), diabetes (9%), serta komorbid hipertensi dan diabetes (7%). Kondisi ini diperkuat oleh beberapa faktor risiko yang masih banyak dijumpai, seperti kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula dan garam, paparan rokok di lingkungan keluarga, serta rendahnya aktivitas fisik—terlihat dari 81% usia produktif yang tidak melakukan aktivitas fisik dan masih adanya kebiasaan merokok di dalam rumah pada 62% keluarga, yang turut berdampak pada kelompok rentan seperti balita.
Selain isu PTM, diseminasi juga mengangkat kebutuhan kesehatan pada kelompok usia lain. Pada anak usia sekolah, pengkajian menemukan adanya keluhan terkait kesehatan gigi dan mulut yang belum mendapatkan edukasi khusus secara rutin, sehingga perlu penguatan kegiatan promotif sejak dini. Pada remaja, ditemukan kecenderungan masalah stres dan kesehatan mental, disertai dominasi sumber informasi dari media sosial yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan informasi kesehatan mereka. Dari sisi pemanfaatan layanan, meskipun sebagian lansia rutin mengikuti POSGA, masih terdapat lansia yang tidak rutin hadir, serta sebagian keluarga tidak memanfaatkan fasilitas kesehatan secara berkala karena keterbatasan waktu dan kesibukan. Hal ini menjadi perhatian karena berdampak pada keterlambatan deteksi dini dan pemantauan penyakit kronis, terutama pada warga yang belum mengetahui status kesehatannya.
Kegiatan diseminasi berlangsung secara komunikatif melalui pemaparan sederhana yang mudah dipahami, disertai diskusi dan tanya jawab bersama warga, kader, serta tokoh masyarakat setempat. Forum ini memberi ruang bagi masyarakat untuk mengklarifikasi temuan, menyampaikan kondisi lapangan, serta memberikan masukan agar program yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan RW 06. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa juga menyampaikan rancangan intervensi berbasis pemberdayaan masyarakat yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif, seperti penguatan edukasi PTM dan gaya hidup sehat, peningkatan aktivitas fisik (misalnya senam hipertensi dan monitoring tekanan darah), edukasi kesehatan keluarga, edukasi kesehatan gigi anak, edukasi kesehatan mental remaja, hingga program kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang mendukung lingkungan sehat.
Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antara institusi pendidikan, layanan kesehatan, dan masyarakat dalam memperkuat derajat kesehatan komunitas. Diseminasi awal tidak hanya menjadi langkah administratif, tetapi juga momentum membangun komitmen bersama agar program yang dilaksanakan selama stase komunitas dapat berjalan efektif, partisipatif, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga diharapkan mampu menjalankan peran sebagai edukator, fasilitator, dan agen perubahan di masyarakat, sekaligus mendukung Puskesmas Klampis Ngasem dalam memperkuat program kesehatan berbasis komunitas di RW 06 Kelurahan Klampis Ngasem.
Penulis: Lisa Trimurti Candra Dewi
Editor: Raffa Nadiya Primatiana (Airlangga Nursing Journalist)




