Dukung Pemulihan Pasien Post Operasi, Mahasiswa Ners UNAIR Gelar Edukasi Mobilisasi Dini di Area Perawatan Kritis RSUA

NERS NEWS – Sebagai bagian dari pelaksanaan stase Keperawatan Kritis, Gawat Darurat, dan Bencana, mahasiswa Program Studi Profesi Ners Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan tema “Pentingnya Mobilisasi Dini bagi Pasien Post Operasi.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di ruang tunggu dari ruang pulih sadar (recovery room) OK Anestesi Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai peran mobilisasi dini dalam mendukung proses pemulihan pasca tindakan pembedahan, khususnya pada area pelayanan keperawatan kritis. Kegiatan PKRS ini dilaksanakan di bawah bimbingan Pembimbing Akademik, Dr. Sriyono, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Ns.Sp.Kep.MB dan Pembimbing Klinik, Priyo Febri Nurhartanto, S.Kep.,Ns, yang berperan dalam mengarahkan mahasiswa agar pelaksanaan edukasi kesehatan berjalan sesuai dengan standar pelayanan keperawatan dan capaian pembelajaran profesi.

Pelaksanaan PKRS ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya pasien post operasi yang enggan melakukan pergerakan dini akibat nyeri, kecemasan, maupun ketakutan terhadap kondisi luka operasi. Padahal, mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi keperawatan penting yang berperan dalam meningkatkan normalisasi fungsi organ, memperlancar sirkulasi darah, serta mencegah komplikasi pasca operasi, terutama pada pasien yang menjalani perawatan di area kritis (Ananda & Inayati, 2021).

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif yang disertai dengan demonstrasi langsung mengenai tahapan mobilisasi dini yang aman dan sesuai dengan kondisi pasien. Materi yang disampaikan meliputi pengertian mobilisasi dini, manfaat mobilisasi dini bagi proses penyembuhan, serta tahapan mobilisasi yang dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari menggerakkan ekstremitas di tempat tidur, miring ke kiri dan kanan, hingga duduk dan berjalan sesuai toleransi pasien pasca operasi (Herianti & Rohmah, 2022).

Selama kegiatan berlangsung, keluarga pasien diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait keluhan yang dirasakan setelah operasi. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab, yang menunjukkan tingginya kebutuhan akan informasi kesehatan yang aplikatif dan mudah dipahami. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri pasien dalam melakukan mobilisasi dini serta mendorong keterlibatan keluarga dalam proses perawatan pasca operasi. Melalui kegiatan PKRS dalam stase Keperawatan Kritis, Gawat Darurat, dan Bencana ini, mahasiswa Profesi Ners tidak hanya mengaplikasikan peran sebagai pemberi asuhan keperawatan, tetapi juga sebagai edukator kesehatan yang berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien di area kritis.

Pelaksanaan penyuluhan kesehatan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-3, yaitu Good Health and Well-Being, karena berfokus pada peningkatan pengetahuan dan perilaku kesehatan pasien guna mencegah komplikasi pasca operasi serta mendukung pemulihan yang optimal dan berkelanjutan. Dengan edukasi kesehatan yang tepat, pasien diharapkan mampu mencapai kondisi kesehatan yang lebih baik dan kualitas hidup yang optimal pasca tindakan pembedahan.

Daftar Pustaka :

Ananda, A. R., Inayati, A., & Ludiana, L. (2021). Penerapan mobilisasi dini terhadap proses penyembuhan luka pada pasien dengan post operasi appendiktomi di kota metro. Jurnal Cendikia Muda, 1(4), 436–443.

Herianti, H., & Rohmah, N. (2022). Hubungan Mobilisasi Dini Dengan Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di RSUD Sawerigading Kota Palopo Tahun 2021. 1(September 2021), 34–40.

Penulis : Ni Putu Ayu Cahyanti

Editor : Alina Ramadani (Airlangga Nursing Journalist)