Implementasi PKRS Pengelolaan Self-Esteem Penyintas Kanker melalui Metode PDKT di Instalasi Onkologi Terpadu RSUA

NERS NEWS – Surabaya, Kamis, (13/02/2026) pukul 09.00 WIB Mahasiswa Profesi Ners Kelompok 5 Angkatan B27 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga telah menyelenggarakan kegiatan PKRS (Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit) bertema pengelolaan self-esteem pada penyintas kanker melalui metode PDKT (Penggunaan Teknologi, Dukungan Keluarga, Kelompok Komunitas, dan Terapi Psikologis) di lantai 5 Instalasi Onkologi Terpadu. Kegiatan ini menyasar pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi sebagai bentuk edukasi dan pendampingan psikososial. Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya membantu pasien meningkatkan harga diri serta mempertahankan kualitas hidup di tengah perubahan fisik dan emosional akibat terapi yang dijalani.

Kegiatan PDKT dilaksanakan dengan arahan pembimbing klinik Esa Rilasti, S.Kep.,Ns dan pembimbing akademik Rifky Octavia Pradipta, S.Kep., Ns., M.Kep. Kegiatan dilakukan dengan sambutan oleh pembimbing klinik yaitu Ns Esa yang menyampaikan bahwasannya dengan adanya penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan tata kelola bagaimana cara memelihara self-esteem agar tetap stabil.

Kegiatan utama pada PKRS (Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit) yang telah dilaksanakan adalah penyampaian materi terkait dengan cara mengelola self-esteem yang terfokus pada pasien kanker. Materi yang disampaikan mencakup definisi, gejala, faktor penyebab, dan cara pencarian bantuan “seeking for help” pada profesional psikolog. Setelah pemaparan materi, moderator kelompok penyaji memberikan pasien sasaran penyuluhan untuk bertanya atau menceritakan pengalaman dan pendapatnya terkait dengan self-esteem. Beberapa pasien sasaran antusias dalam memberikan pendapatnya, salah satunya yaitu Ny. M dan Tn. B. Mereka mengatakan “Tingkat percaya diri saya 9 dari 10. Sakit itu gak usah dibawa sedih terus, yang penting kita happy, pasti tubuh akan cepat sehat”. Antusiasme mulai meningkat saat pasien sasaran lainnya mengatakan bahwa tingkat self-esteem rata-rata yang dimiliki adalah 10 dari 10. Sesi pemaparan materi dan diskusi ditutup oleh moderator dengan menyampaikan kesimpulan dari acara yang telah dilaksanakan.

Perubahan kondisi fisik, psikologis, dan mekanisme koping yang kurang adaptif pada pasien kanker dapat beresiko untuk menyebabkan rendahnya harga diri selama menjalankan proses terapinya. Selain itu, adanya perubahan citra tubuh dan kekhawatiran terhadap masa depan dapat mempengaruhi emosional dan kualitas hidup pasien. Hal tersebut menjadikan kegiatan penyuluhan tersebut sebagai media yang menjembatani pasien untuk membantu meningkatkan self-esteem atau harga diri di lokasi sasaran kegiatan. Kegiatan tersebut juga dilaksanakan sebagai bentuk PKRS (Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit) stase PKD (Praktik Keperawatan Dasar) profesi Ners yang harus dilakukan sebagai capaian kompetensi.

Akhir dari acara PKRS (Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit) ditutup dengan ucapan terimakasih oleh mahasiswa penyaji dan pembimbing klinik. Ucapan terimakasih tertuju kepada pasien sasaran karena telah menyimak dan berpartisipasi dalam penyuluhan dengan baik.

Penulis: Sasikirana Ariesta Dewani