Kenali Gejala, Putuskan Penularan: Edukasi Penyakit TBC bagi Pengunjung di Puskesmas Kenjeran Surabaya

NERS NEWS – Surabaya,12 Februari 2026 — Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. TBC ini sendiri biasanya menyerang paru-paru dan dapat menyebar ke organ lain seperti kelenjar getah bening, tulang, dan juga selaput otak. Tingginya angka kasus TBC serta pentingnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan menjadikan penyakit ini sebagai salah satu prioritas
dalam program pelayanan kesehatan primer. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan yang dipandang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat sekitar.

Mahasiswa PKK Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga kelompok B1 dan B2 melaksanakan kegiatan promosi kesehatan mengenai Tuberkulosis (TBC) sebagai bentuk implementasi peran perawat dalam upaya promotif dan preventif di masyarakat. Kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan, dengan fokus edukasi TBC melalui media leaflet yang telah disusun. Pelaksanaannya dilakukan secara langsung,
baik secara individual maupun kelompok kecil, menggunakan pendekatan komunikatif dan persuasif agar materi mudah dipahami serta mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TBC.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga membuka ruang diskusi dan tanya jawab kepada sasaran. Beberapa audiensi menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan pertanyaan terkait penyakit TBC, khususnya mengenai tahapan pengobatan, fase pengobatan intensif, serta pentingnya kepatuhan dalam menjalani terapi hingga tuntas. Hal ini menunjukkan adanya ketertarikan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan TBC secara tepat.

Secara keseluruhan, kegiatan promosi kesehatan ini berjalan dengan lancar dan tertib sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Sasaran kegiatan yang berjumlah kurang lebih 20 orang mampu memahami materi yang disampaikan dan menunjukkan respon positif terhadap edukasi yang diberikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memiliki pengetahuan yang baik mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC) serta mampu
menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk mendukung upaya pengendalian TBC di lingkungan sekitar. Selain itu, masyarakat diharapkan mampu untuk mengenali tanda dan gejala TB secara dini, memahami cara penularan penyakit TB, serta memahami pentingnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan hingga selesai.

Kegiatan promosi kesehatan ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa keperawatan, khususnya kelompok B1 dan B2, dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta memperkuat peran perawat sebagai edukator di layanan kesehatan primer. Melalui edukasi mengenai tuberkulosis, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang lebih baik dalam pencegahan, deteksi dini, serta
kepatuhan pengobatan, sehingga mampu menekan angka penularan di lingkungan sekitar. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-Being yang menargetkan kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua, termasuk pengakhiran epidemi TBC, serta mendukung SDGs 4: Quality Education melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan kesehatan yang
berkelanjutan.

Penulis: Adelvis Wahyu Septi Ningrum

Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)