Mahasiswa Keperawatan Unair Laksanakan Edukasi Perilaku Hidup Bersih, Etika Batuk, dan Gizi Seimbang pada Keluarga dengan TBC

NERS NEWS – Surabaya, 20 Februari 2026 – Mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan (PKK) Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan di rumah pasien binaan dengan Tuberkulosis (TBC) pada hari jum’at  tanggal 20 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk intervensi promotif dan preventif dalam asuhan keperawatan keluarga, dengan mengusung tema “Perilaku Hidup Bersih, Etika Batuk, dan Gizi Seimbang pada Keluarga dengan TBC”.

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan penularannya terjadi melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Oleh karena itu, edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan etika batuk menjadi langkah penting dalam mencegah penularan kepada anggota keluarga lainnya.

Kegiatan diawali dengan pengkajian singkat mengenai kondisi rumah, ventilasi, kebiasaan batuk pasien, serta pola makan keluarga. Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi secara langsung kepada pasien dan anggota keluarga mengenai pentingnya menjaga kebersihan rumah, membuka jendela setiap pagi agar sirkulasi udara baik, rutin membersihkan lantai dan perabot, serta tidak meludah sembarangan. Pada sesi etika batuk, pasien diajarkan untuk menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam saat batuk maupun bersin, membuang tisu ke tempat sampah tertutup, serta mencuci tangan setelahnya.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi terkait gizi seimbang bagi pasien TBC. Dijelaskan bahwa asupan makanan bergizi tinggi protein seperti telur, ikan, tempe, tahu, serta konsumsi sayur dan buah sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan. Keluarga juga dianjurkan untuk memastikan pasien minum obat anti tuberkulosis (OAT) secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan agar pengobatan optimal dan tidak terjadi resistensi obat.

Selama kegiatan berlangsung, pasien dan keluarga tampak kooperatif dan aktif bertanya tidak hanya itu saat tim kami datang pihak keluarga senang setiap kali kami berkunjung untuk melakukan edukasi mengenai cara mencegah penularan serta makanan yang dianjurkan. Berdasarkan evaluasi, keluarga mampu mengulang kembali cara etika batuk yang benar dan menyebutkan contoh makanan bergizi seimbang untuk pasien TBC. Keluarga juga menyatakan komitmen untuk menerapkan kebiasaan membuka ventilasi rumah dan mendukung kepatuhan minum obat pasien.

Antusias, aktif bercerita dan cepat dalam merespon setiap pertanyaan serta mengungkapkan perasaan yang positif. Ibu dari pasien menyampaikan “saya senang nak kalo diedukasi begini, yang tadinya gak tau jadi tau” ungkapan tersebut menunjukan bahwa intervensi  non farmakologis kami tentang edukasi pada materi Perilaku Hidup Sehat, Etika Batuk, dan Gizi Seimbang dapat menjadi salah satu upaya efektif dalam meningkatkan kualitas hidup dan upaya untuk mencapai kesembuhan.

Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari Ners Waji selaku perawat yang bertugas di Puskesmas Kalijudan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan kami akan berdampak pada kualitas hidup pasien dan keluarga sehingga mampu mendorong kesembuhan pasien agar lebih bermanfaat dengan menerapkan Perilaku Hidup Sehat, Etika Batuk, dan Gizi Seimbang. 
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung Tujuan 3 Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), khususnya dalam pengendalian penyakit menular seperti TBC. Melalui edukasi dan pendampingan keluarga, diharapkan risiko penularan dapat ditekan serta kualitas hidup pasien meningkat.

Penulis: Firiyal Mitsalina

Editor: Nasya Puspita A (Airlangga Nursing Journalist)