MAHASISWA KEPERAWATAN UNAIR TINGKATKAN STIMULASI LANSIADI UPTD GRIYA WREDA MELALUI TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

NERS NEWS – Surabaya, 13 Februari 2026 – Mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan (PKK) Stase
Gerontik kelompok B7 dan B8 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga
melaksanakan terapi aktivitas kelompok (TAK) berupa membuat kerajinan bando hias
dari Pipe Cleaner di UPTD Griya Wreda Kalijudan, Surabaya. Kegiatan ini
dilaksanakan di Musholla Griya Wreda dengan mengusung tema “Latihan Sensori dan
Kreativitas Lansia”. Kegiatan TAK ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan
sensori, kognitif, dan kreativitas lansia dengan membuat kerajinan bando yang dapat
digunakan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk melatih motorik
halus lansia, sensori lansia untuk dapat membedakan warna-warna, melatih kognitif
lansia untuk memahami instruksi yang diberikan, serta untuk meningkatkan interaksi
sosial antar lansia.
Saat pelaksanaannya lansia dibagi menjadi lima kelompok kecil yang didampingi
masing-masing satu Liaison Officer (LO) dari mahasiswa. Kemudian, masing-masing
lansia mendapatkan tiga Pipe Cleaner dengan warna yang berbeda-beda dan satu bando

polos untuk dihias. Setiap LO akan mencontohkan terlebih dahulu cara menghias bando
dan menginstruksikan lansia untuk mengikutinya, serta LO juga akan membantu
apabila ada lansia yang kesulitan dalam menghias bando. Kegiatan ini diikuti oleh 26
lansia dengan sangat antusias. Para lansia terlihat sangat bersemangat, bertanya,
bercanda, dan saling memberikan pujian dengan afirmasi positif terhadap hasil karya
dari temannya. Suasana pun semakin riang ketika para lansia mencoba langsung hasil
karya mereka. Gelak tawa terdengar bersahutan mengindikasikan interaksi 2 arah
terjalin selama kegiatan dan menjadi bentuk stimulasi sosial yang positif.


Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, lebih dari 80% lansia mampu mengidentifikasi
warna serta memahami instruksi dengan baik. Selain itu, sekitar 90% lansia tampak
antusias, aktif berinteraksi sosial, serta mengungkapkan perasaan yang positif. Salah
seorang lansia menyampaikan, “Kula remen sanget saged nderek kegiatan menika,
amargi saged ndamel bando ingkang lucu lan saged guyon kaliyan rencang-rencang,”
yang berarti “Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini karena dapat membuat
bando yang lucu dan bercanda dengan teman-teman.” Ungkapan tersebut menunjukkan
bahwa intervensi nonfarmakologis seperti Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dapat
menjadi salah satu upaya yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.


Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari Ners Desy selaku perawat yang
bertugas di UPTD Griya Wreda Kalijudan. Ia menyampaikan bahwa selama kegiatan
berlangsung, para lansia tampak ceria, lebih aktif, dan terlibat dalam interaksi sosial
yang positif. Menurutnya, suasana yang menyenangkan seperti ini penting untuk
menjaga kesehatan mental lansia karena kondisi psikologis yang baik turut
berkontribusi terhadap kesehatan fisik secara keseluruhan. Ia juga menambahkan bahwa
kegiatan semacam ini membantu lansia tetap aktif, produktif, serta merasa dihargai dan
diperhatikan.


Kegiatan ini sejalan dengan poin Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya
Tujuan 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) yang
berfokus pada peningkatan derajat kesehatan di semua kelompok usia, termasuk lansia.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung implementasi SDGs poin 4, yaitu Pendidikan
Berkualitas (Quality Education), melalui proses pembelajaran dan pemberdayaan yang
dilakukan mahasiswa kepada lansia dalam bentuk stimulasi kognitif dan kreativitas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PKK Stase Gerontik berharap dapat memberikan
kontribusi nyata dalam upaya peningkatan kesejahteraan lansia melalui pendekatan
promotif dan preventif. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara
berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap penuaan yang sehat, aktif, dan
bermakna di lingkungan UPTD Griya Wreda Kalijudan Surabaya.

Penulis: Ahmad Affan Nafiis