
NERS NEWS – Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Angkatan B27
mengadakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di Rumah Sakit Universitas
Airlangga (RSUA). Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung pada hari Jumat, 13 Februari
2026, bertempat di IRNA 3 RSUA dengan sasaran kegiatan adalah keluarga atau pendamping
pasien.
PKRS kali ini membahas mobilisasi dini setelah operasi yaitu pergerakan yang dilakukan
sedini mungkin di tempat tidur setelah tindakan pembedahan untuk membantu proses
pemulihan pasien. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018
melaporkan bahwa sekitar 1,2 juta jiwa pasien melakukan tindakan bedah selama periode
tahun 2013 sampai dengan tahun 2018 di Indonesia (Kemenkes RI, 2018). Pembedahan
dilaporkan menempati urutan ke 11 dari keseluruhan teknik penanganan atau pengobatan di
seluruh rumah sakit (Riskesdas, 2018). Mobilisasi berperan penting dalam mempercepat
pemulihan setelah operasi, terutama dalam penyembuhan luka, mencegah kekakuan sendi dan
otot sehingga dapat mengurangi nyeri, melancarkan peredaran darah, memperbaiki
metabolisme tubuh, memaksimalkan kerja fisiologis organ-organ vital dan akhirnya
mempercepat proses penyembuhan luka (Rustianawati, 2013).
Dalam penyuluhan ini, mahasiswa menyampaikan materi tentang pengertian mobilisasi dini,
tujuan, manfaat, kerugian, dan jenis-jenis gerak sendi sekaligus cara melakukannya. Untuk
memudahkan peserta memahami cara mobilisasi dini, kelompok juga merangkum
langkah-langkah mobilisasi dini setelah operasi yaitu:
- 6 Jam pertama pasien (tirah baring) : menggerakkan ujung kaki ke atas dan kebawah,
menekuk dan meluruskan lutut, mengangkat dan menurunkan kaki secara perlahan,
serta memutar pergelangan kaki. - 6-10 jam setelah operasi : mulai memiringkan badan ke kanan dan kiri setiap 2 jam
dengan bantuan keluarga atau tenaga kesehatan. - 24 Jam setelah operasi : mulai belajar duduk secara bertahap, latihan turun dari tempat
tidur, dan mulai latihan berjalan.
Kegiatan ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yaitu
menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia. Salah satu
targetnya adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menurunkan angka
kesakitan serta komplikasi akibat tindakan pembedahan melalui upaya promotif dan
preventif. Yudha sebagai salah satu anggota kelompok, menekankan pentingnya edukasi ini.
“Mobilisasi dini merupakan bagian penting dari proses pemulihan pasien pasca operasi.
Dengan melakukan pergerakan secara bertahap dan sesuai anjuran tenaga kesehatan, pasien
dapat mencegah berbagai komplikasi serta mempercepat penyembuhan.
Peran keluarga sangat penting dalam mendampingi dan memotivasi pasien agar berani mulai bergerak.
Melalui edukasi ini, kami berharap keluarga lebih memahami cara mobilisasi yang benar
sehingga proses pemulihan dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Penyuluhan ini didampingi oleh pendamping klinik Ruang IRNA 3 RSUA yaitu, Yevi Dwi
Lestari, S. Kep., Ns. Keluarga yang hadir terlihat menyimak dengan baik dan sangat antusias,
dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Dengan adanya
kegiatan ini, diharapkan keluarga lebih memahami pentingnya mobilisasi dini secara mandiri
dengan benar.
Penulis: Luluk Mursidah Mukhofi





