Mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan Unair Edukasi Kejang Demam pada Anak dengan Tanggap di Rumah Sakit Universitas Airlangga 

NERS NEWS – (Kamis, 19/2/2026) – Mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan Program Reguler  Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan  Rumah Sakit (PKRS) bertajuk “Kejang Demam pada Anak: Kenali dan Tangani dengan  Tanggap” di Poli Anak Rumah Sakit Universitas Airlangga pada Kamis, 19 Februari 2026  pukul 09.00–09.12 WIB. Kegiatan ini ditujukan kepada pasien serta orang tua/keluarga yang  sedang melakukan kunjungan di Poli Anak guna meningkatkan pengetahuan tentang kejang  demam serta penanganan awal yang tepat di rumah. 

Kegiatan edukasi dilaksanakan secara interaktif dengan metode ceramah singkat, diskusi, dan  tanya jawab. Materi yang disampaikan meliputi pengertian kejang demam pada anak, faktor  risiko, tanda dan gejala, jenis kejang demam, pertolongan pertama di rumah, serta upaya  pencegahan. Sebelum penyampaian materi, pemateri terlebih dahulu menggali pemahaman  awal orang tua terkait pengalaman menghadapi anak demam untuk menyesuaikan pendekatan  edukasi. 

Kejang demam dijelaskan sebagai bangkitan kejang yang terjadi saat suhu tubuh anak  meningkat ≥38°C akibat proses infeksi di luar sistem saraf pusat, yang umumnya dialami anak  usia 6 bulan hingga 5 tahun. Faktor risiko yang dipaparkan meliputi riwayat keluarga dengan  kejang demam, usia balita, peningkatan suhu yang cepat, serta riwayat kejang demam  sebelumnya. Tanda dan gejala yang sering muncul antara lain tubuh kaku atau tersentak-sentak,  mata mendelik, penurunan kesadaran sementara, dan kadang disertai muntah.

Salah satu orang tua menunjukkan antusiasme pada sesi tanya jawab dengan menanyakan,  “Pada saat apa anak dibawa ke IGD, apakah saat kejang atau setelah kejang, dan apa yang perlu  diperhatikan saat membawa anak?” Pertanyaan tersebut dijawab secara komprehensif oleh  pemateri bahwa anak perlu segera dibawa ke IGD apabila kejang berlangsung lebih dari 5  menit, terjadi berulang, anak tidak sadar setelah kejang berhenti, atau muncul tanda bahaya  lain. Orang tua dianjurkan memastikan posisi anak aman dengan kepala miring dan menjaga  jalan napas tetap terbuka selama perjalanan ke fasilitas kesehatan. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan peran edukator dalam  praktik keperawatan, tetapi juga berkontribusi dalam pemberdayaan orang tua untuk lebih siap  dan tanggap menghadapi kejang demam pada anak. Program ini turut mendukung pencapaian  Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Good Health and Well-Being,  yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua usia, termasuk upaya  preventif dan promotif dalam kesehatan anak. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus  dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan literasi kesehatan keluarga serta kualitas  pelayanan kesehatan anak. 

Penulis : Rani Nur Rohma 

Editor : Raffa Nadiya Primatiana (Airlangga Nursing Journalist)