NERS NEWS – Mahasiswa Profesi Ners Kelompok 2 Stase Keperawatan Jiwa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga telah berhasil menyelenggarakan penyuluhan berupa Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan topik “Peran Keluarga dalam Mendukung Pasien terhadap Kepatuhan Minum Obat” pada kamis, 27/10/2022. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di ruang tunggu Poli RS Jiwa Menur Surabaya dengan sasaran pasien dan keluarga yang berada di ruang tunggu.
PKRS merupakan salah satu serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa Profesi Ners untuk memenuhi kompetensi sebagai Ners. Tema yang diangkat pada PKRS kali ini yaitu “Kepatuhan Minum Obat” dimana kondisi ini sangat sering ditemui pada pasien rawat jalan (kontrol) di RS Jiwa Menur. Maka dari itu, kami dari kelompok 2 Profesi Ners merasa perlu untuk melakukan penyuluhan terkait edukasi mengenai pentingnya kepatuhan minum obat untuk pasien dan keluarga.
“Kelompok kami mendapatkan topik mengenai kepatuhan minum obat ini dari pihak tim PKRS, topik ini diangkat karena mempunyai urgensi untuk pasien dan keluarga. Masih banyak pasien dan keluarga yang tidak mengerti manfaat dan akibat dari patuh minum obat.” Ujar Syarifah selaku ketua kelompok 2. Acara ini terdiri dari penyampaian materi terkait kepatuhan minum obat pada pasien dan keluarga. Materi yang dipaparkan mulai dari pengertian, jenis-jenis, cara pengukuran, aspek kepatuhan dan faktor yang dapat mempengaruhi pasien dan keluarga dalam patuh minum obat. Penyampaian materi dilakukan selama kurang lebih 20 menit dengan satu orang perwakilan kelompok sebagai pemateri.
Tidak hanya itu, materi yang disampaikan juga terdapat penyebab dari pasien tidak patuh minum obat, kerugian yang ditimbulkan jika tidak patuh minum obat, hal yang bisa dilakukan pasien jika tidak patuh minum obat, serta peran keluarga sebagai faktor pendukung yang sangat penting bagi pasien dalam kepatuhan minum obat. Kerugian yang akan ditimbulkan jika pasien tidak patuh minum obat akan menyebabkan munculnya kekambuhan penyakit dan berisiko tinggi untuk rehospitalisasi dibandingkan dengan pasien yang patuh minum obat. Maka dari itu, kepatuhan minum obat sangat penting untuk proses kesembuhan pasien.
Selama acara berlangsung, pasien dan keluarga sangat antusias. Pada sesi diskusi terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan keluarga pasien terkait “Bagaimana cara untuk mengatasi bosan minum obat pada pasien?” “Apakah peran keluarga yang sangat penting untuk mendukung kepatuhan minum obat pasien?” dan lain sebagainya. Pendidikan kesehatan rumah sakit kali ini diakhiri dengan validasi dan evaluasi singkat terkait materi yang telah disampaikan. Secara keseluruhan acara penyuluhan terlaksana dengan baik dan sasaran dapat memahami terkait informasi yang telah diberikan.
“Semoga dengan diadakannya penyuluhan ini pasien dan keluarga lebih memahami betapa pentingnya kepatuhan minum obat. Kepada pasien diharapkan agar terus semangat untuk mengkonsumsi obatnya agar mencegah terjadinya kekambuhan. Selain itu, kami juga berharap untuk anggota keluarga senantiasa untuk mengawasi dan memberi dukungan agar pasien dapat terus minum obat dengan teratur.” Harapan Alifianti selaku anggota kelompok 2 saat diwawancarai secara langsung pada 27/10/22.
Penulis: Alifianti Khoirul Wardah
Editor: Salwa Az Zahra (Airlangga Nursing Journalist)




