
Mahasiswa Kelompok 6 Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Edukasi SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara di Ruang IRNA 6A Graha Trimed RSKI
NERS NEWS – Surabaya, 4 Maret 2026. Mahasiswa Kelompok 6 Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Stase Keperawatan Medikal Bedah (KMB) mengadakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di Ruang IRNA 6A Graha Trimed RSKI Universitas Airlangga. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 10.00 WIB dengan sasaran pasien wanita dan keluarga pasien yang berada di ruang perawatan.
PKRS kali ini mengangkat tema “Sayangi Diri, Periksa Sejak Dini: Edukasi SADARI untuk Cegah Kanker Payudara”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara serta kemampuan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) secara benar dan rutin setiap bulan.
Dalam penyuluhan, mahasiswa memaparkan bahwa kanker payudara (ca mammae) merupakan tumor ganas yang berkembang pada jaringan payudara dan menjadi jenis kanker paling banyak terjadi pada wanita dengan risiko satu dari delapan wanita. Materi yang disampaikan mencakup definisi kanker payudara, faktor risiko yang dapat diubah (obesitas, alkohol, rokok, stres, paparan karsinogen) dan tidak dapat diubah (genetik, usia, riwayat menstruasi, kehamilan, dan menyusui), tanda dan gejala, serta penatalaksanaan kanker payudara. Kegiatan ini menekankan bahwa SADARI merupakan langkah skrining mandiri yang sederhana namun efektif untuk mendeteksi kelainan pada payudara sejak dini. Waktu terbaik melakukan SADARI adalah 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi, saat payudara terasa lebih lunak dan longgar sehingga memudahkan perabaan. Manfaat SADARI antara lain dapat mendeteksi tumor ukuran kecil, menemukan kanker stadium dini, mencegah kanker payudara, serta menemukan kelainan pada payudara.
Selain pemaparan materi, mahasiswa juga memandu peserta mempraktikkan langkah-langkah SADARI sesuai panduan Kemenkes 2022, yaitu:
- Langkah 1: Berdiri menghadap cermin dengan pundak tegap, periksa kedua payudara apakah ada perubahan bentuk, pembengkakan, cairan keluar dari puting, puting mengerut, atau kulit mengelupas.
- Langkah 2: Mengangkat kedua lengan ke atas dan menekuk siku dengan posisi tangan di belakang kepala, dorong siku ke depan dan belakang sambil mencermati bentuk dan ukuran payudara.
- Langkah 3: Condongkan bahu ke depan dengan posisi kedua tangan di pinggang, sehingga payudara menggantung, dan dorong kedua siku ke depan dengan mengencangkan otot dada.
- Langkah 4: Angkat tangan kiri ditekuk di belakang kepala, gunakan 3-4 ujung jari tangan kanan untuk meraba payudara kiri dengan lembut dan kuat, lakukan gerakan lingkaran dari tepi luar menuju puting, serta beri perhatian khusus pada area antara payudara dan ketiak.
- Langkah 5: Cubit puting payudara secara perlahan dan cermati apakah ada cairan yang keluar.
- Langkah 6: Pada posisi berbaring, letakkan bantal di bawah bahu kanan dengan lengan diangkat ke atas, lalu ulangi langkah keempat.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Peserta terlihat antusias dan aktif berdiskusi mengenai faktor risiko serta langkah-langkah SADARI yang benar. Media edukasi berupa leaflet dan poster turut digunakan untuk memudahkan pemahaman dan dapat dipelajari kembali secara mandiri oleh peserta. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia, khususnya dalam aspek pencegahan dan deteksi dini penyakit tidak menular seperti kanker payudara.
Penyuluhan ini didampingi oleh pembimbing akademik Dr. Abu Bakar, S.Kep., Ns., M.Kep., Ns.Sp.Kep.MB dan pembimbing klinik Rahmatul Fitriyah, S.Kep., Ns., M.Kep. Kegiatan PKRS ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan peserta dalam melakukan SADARI secara mandiri, sehingga tercipta budaya deteksi dini kanker payudara di masyarakat.
Penulis: Elfinta Nawang Putri
Editor: Farah Dina Azizatul Aulia (Airlangga Nursing Journalist)





