Simulasi Code Blue Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Mahasiswa Ners dalam Penanganan Darurat

NERS NEWS – Kelompok Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga berhasil melaksanakan simulasi Code Blue di Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026 di Gedung RSKI Lantai 2 mulai pukul 13.00-15.00 WIB. 

Simulasi Code Blue dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi klinis dan kesiapsiagaan mahasiswa profesi ners dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan di lingkungan rumah sakit. 

Simulasi ini dilakukan dengan membagi tim menjadi tim primer dan tim sekunder. Petugas yang pertama kali menemukan pasien segera melakukan penilaian awal dan memulai tindakan resusitasi, serta melakukan aktivasi code blue. Selanjutnya, setelah aktivasi code blue dilakukan, tim sekunder datang dengan membawa peralatan emergensi lengkap untuk melanjutkan tindakan resusitasi. Proses ini meliputi optimalisasi jalan napas, penggunaan alat defibrilasi, serta pemberian terapi farmakologis sesuai algoritma penanganan henti jantung. Koordinasi yang efektif antara anggota tim menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan. Melalui kerja sama yang terstruktur dan penerapan prosedur yang sesuai standar, pasien simulasi berhasil mencapai kondisi stabil setelah Return Of Spontaneous Circulation (ROSC) dan dipersiapkan untuk penanganan lanjutan di unit perawatan intensif. 

Kegiatan simulasi ini di damping oleh Ns. Yogo Apriyanto, S.Kep., M.Kep. selaku penanggung jawab Simulasi code blue RS Universitas Airlangga yang menekankan bahwa penguasaan pengetahuan dasar dan keterampilan klinis yang optimal merupakan fondasi utama dalam penanganan kondisi darurat. Beliau mengungkapkan bahwa simulasi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat koordinasi tim, ketepatan komunikasi, serta kecepatan dan akurasi dalam pengambilan tindakan. Menurut beliau sinergi antara kompetensi individu dan kerja sama tim yang baik akan menentukan keberhasilan penanganan pasien dalam situasi kegawatandaruratan di lingkungan pelayanan kesehatan. 

Selain itu, Ns. Erna Dwi Wahyuni, S.Kep., M.Kep. selaku Penanggung Jawab Mata Kuliah (PJMK) stase Gawat Darurat, Kritis, dan Bencana menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga lebih siap secara mental, pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan penanganan awal pada pasien dengan kondisi darurat. Selain itu, pengalaman praktik langsung dalam simulasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa serta memperkuat pemahaman peran dan tanggung jawab perawat dalam situasi darurat. 

Penulis : Putri Tria Amanda

Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)