
NERS NEWS – Surabaya, 26 Februari 2026 -Kelompok 5 Stase Keperawatan Medikal Bedah (KMB), Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp Unair), menggelar kegiatan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan topik “Cegah Ulkus Diabetikum Sejak Dini”. Kegiatan ini ditujukan bagi pendamping pasien di Ruang IRNA 6A dan berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026. Program ini merupakan bagian dari komitmen FKp Unair dalam mendukung pola hidup sehat serta pencegahan penyakit tidak menular.
Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai bahaya ulkus diabetikum, yaitu luka pada kaki yang sulit sembuh dan sering terjadi pada penderita diabetes. Mahasiswa menjelaskan bahwa kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat, termasuk risiko infeksi berat hingga amputasi.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan tanda dan gejala ulkus diabetikum yang perlu diwaspadai, meliputi:
– Luka terbuka pada kaki yang tidak sembuh lebih dari 2 minggu
– Kemerahan, bengkak, dan kulit terasa hangat
– Nyeri atau mati rasa pada kaki
– Keluarnya cairan, nanah, atau bau tidak sedap
– Perubahan warna kulit menjadi pucat, kebiruan, atau kehitaman
Selain itu, mahasiswa turut menyampaikan langkah-langkah pencegahan ulkus diabetikum yang dapat dilakukan sehari-hari, antara lain: selalu menjaga kebersihan kaki, menggunakan alas kaki yang sesuai dan nyaman, tidak berjalan tanpa alas kaki, memotong kuku secara hati-hati, serta mengontrol gula darah secara teratur.
Penyaji juga menekankan pentingnya perawatan luka yang tepat bagi pasien yang sudah mengalami ulkus, yakni mencuci tangan sebelum membersihkan luka, membersihkan luka secara aseptik, menggunakan balutan yang sesuai kondisi luka, serta menghindari tekanan pada area luka.
Tidak kalah penting, peran pasien dan keluarga turut ditekankan dalam kegiatan ini. Keluarga diajak untuk aktif membantu pemeriksaan kaki harian, mendukung kepatuhan terapi, mengingatkan kontrol gula darah, serta segera melaporkan perubahan pada luka kepada tenaga kesehatan.
“Kami ingin masyarakat, khususnya penderita diabetes dan keluarganya, lebih peduli terhadap kondisi kaki. Luka kecil yang tampak sepele bisa berkembang menjadi ulkus serius jika gula darah tidak terkontrol dan perawatan tidak optimal,” ujar perwakilan Kelompok 5 dalam penyampaiannya.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen global dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan): menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua usia, melalui pencegahan dan pengelolaan penyakit tidak menular seperti diabetes dan komplikasinya.
Kegiatan penyuluhan ini turut didampingi oleh pembimbing klinik sehingga kegiatan PKRS dapat terlaksana dengan baik dan materi tersampaikan secara efektif.
Penulis: Kelompok 5





