Dr. Paudah, Direktur Fasilitasi Pengembangan Kapasitas Aparatur Desa, Hadir pada Seminar Nasional Dies Natalis ke-22 FKp UNAIR

  • By Adelya Putri
  • In Ners News
  • Posted 04 April 2021

NERS NEWS – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-22 Fakultas Keperawatan UNAIR, mahasiswa doktoral keperawatan angkatan ke-3 dan angkatan ke-4 mengadakan seminar nasional pada Sabtu pagi (3/4/2021) secara daring di ruang zoom meeting dan live streaming youtube serta secara luring bertempat di ruang Florence Nightingale Fakultas Keperawatan UNAIR.

Prof. Dr. Ah Yusuf S, S.Kp., M.Kes, Dekan Fakultas Keperawatan UNAIR dalam sambutannya menyampaikan sebuah visi fakultas yaitu mengembangkan innovation in caring dalam dunia keperawatan, dari visi tersebut maka seminar ini mengangkat tema Inovasi Pelayanan Keperawatan dalam Pembangunan Kesehatan Masyarakat Indonesia.

“Keperawatan adalah sebuah profesi yang beorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat atas pelayanan kesehatan. Tugas utama perawat adalah memenuhi tuntutan kebutuhan sesuai zaman, sehingga kita sepakat mengembangkan innovation in caring untuk menjadi ciri khas utama di Fakultas Keperawatan UNAIR,” ungkapnya.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mengantarkan kualitas prodi doktor untuk mencapai suatu prestasi akreditasi dan prestasi mahasiswa dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi. Mahasiswa dapat proaktif untuk terus terlibat dalam menghasilkan karya-karya untuk mengembangkan suatu inovasi di dalam berbagai tatanan di dunia keperawatan.

Seminar yang dihadiri oleh 1773 peserta ini menghadirkan lima pemateri yang berkompeten pada bidangnya, salah satunya yaitu Dr. Paudah, M.Si, Direktur Fasilitasi Pengembangan Kapasitas Aparatur Desa, Direktorat Jenderal Bina Pemerintah Desa, Kementerian Dalam Negeri.

Banyak informasi yang diperoleh saat Dr. Paudah memaparkan materi, beliau menjelaskan materi mengenai kebijakan pemerintah tentang perawat desa sebagai upaya pembangunan kesehatan masyarakat desa. Dalam penjelasannya, beliau akan merencanakan suatu program yang bernama OVON (One Village One Nurse) untuk membangun kesehatan masyarakat di desa dengan melakukan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

“Kebijakan One Village One Nurse kedepan tentu berangkat dari kebijakan normatif yang akan disusun oleh pemerintah. Kita coba melakukan integrasi dari sumber daya yang ada di desa dengan kebijakan pemerintah pusat. Kemudian kita berupaya secara konsisten untuk melakukan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.” ungkapnya.

“Untuk mengimplementasikan program tersebut tentunya kita akan bekerja sama dengan PPNI, kita siapkan sebuah inovasi dimana pemerintah Indonesia dapat mengurangi masalah kesehatan di desa dengan menempatkan tenaga perawat melalui program OVON,” imbuhnya.

Harapannya program OVON dapat mengoptimalisasi upaya pelaksanaan kesehatan masyarakat terutama pada upaya promotif dan preventif, mengurangi angka stunting yang sangat tinggi di Indonesia, meningkatkan kapasitas tenaga keperawatan, serta memberdayakan tenaga lulusan perawat.

 

Penulis: Adelya Salsabila Putri

Pin It
Hits 160

Terpopuler