MENGENAL LEBIH DALAM FAKTA DUNIA KEPERAWATAN

  • By Risky Nur Marcelina
  • In Ners News
  • Posted 04 Jun 2021

NERS NEWS - Bersama Dr. Yulis Setiya Dewi S.Kep Ns., Mng. , seorang perawat sekaligus dosen Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, tim peliputan Airlangga Nursing Journalist mencari tahu lebih dalam tentang fakta seputar dunia keperawatan secara virtual melalui WhatsApp, Selasa (1/06/2021).

Perawat sendiri merupakan profesi yang merawat bukan hanya secara fisik namun mencakup psikologis pasien dan keluarganya. Oleh karena itu perilaku seorang perawat adalah perilaku seseorang yang humanis dan profesional. Perawat bukan hanya sekadar profesi namun juga sebuah pengabdian diri untuk memberikan pelayanan sepenuh hati. Perawat sendiri mempunyai sebuah lingkup profesi yang biasa disebut Ners. Selain itu, perawat juga memiliki beberapa bidang spesialisasi sendiri. Di Indonesia perawat juga memiliki sebuah organisasi terstruktur yang disebut Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

“Pengalaman saya yang tidak terlupakan adalah ketika saya merawat remaja yang mengalami kecelakaan dan dinyatakan DNR (do not resuscitate) dengan kondisi yang menurun. Tetapi ternyata pasien bisa bangun dan sembuh. Itu menurut saya tidak bisa dilogika dengan ilmu pengetahuan manusia dan juga sebuah keajaiban dari doa ibu. Ibu pasien tidak berhenti berdoa sepanjang hari selama berminggu-minggu sampai pasien sadar. Dan yang paling membuat saya takjub adalah pasien bisa mengenali saya dengan baik walau baru sadar dari komanya itu teramat sangat menyenangkan buat saya”, ujar Dr. Yulis saat menceritakan pengalaman berkesan beliau.

Selama kurang lebih 23 tahun mengabdi menjadi seorang perawat sudah banyak hal yang dilalui Dr. Yulis. Tantangan tersediri sebagai seorang perawat yang harus bekerja secara ikhlas dengan melakukan semua tindakan untuk menolong pasien sesuai dengan kompetensinya tetapi tidak terdapat progress yang baik terkait dengan pemulihan pasien. Namun menjadi satu kebahagiaan tersendiri pula ketika melihat seorang pasien sembuh dan merasa bahagia atas perawatan yang telah diberikan seorang perawat.

Dr. Yulis juga menuturkan bahwasanya menjadi perawat adalah proses belajar, belajar dari pasien dan keluarganya, belajar dari profesi lain dan belajar untuk berkompromi dengan diri sendiri, “Merasakan bahwa bila pasien itu saya sendiri, membuat saya terus berusaha sabar setiap hari”, tegasnya. Tidak hanya itu menjadi perawat menurut beliau adalah proses penemuan jalan taqwa, bersyukur atas nikmat kesehatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Terlebih ketika melihat pasien yang telah berpulang kepada Yang Maha Kuasa merupakan sebuah pengingat bahwa setiap manusia akan kembali pada Sang Pencipta.

Menjadi seorang perawat adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu perilaku caring yang diberikan akan mencerminkan jati diri dari seorang perawat. Dengan ini diharapkan seorang perawat selalu mau untuk mempelajari hal yang baru bahkan menjadi pribadi yang lebih maju. Perawat adalah salah satu jalan kesembuhan meski hanya sekadar memberi senyuman untuk menenangkan dan memberi kedamaian. Dr. Yulis juga menegaskan harus ada sikap yakin bahwa setiap gerakan tubuh perawat untuk menolong adalah catatan kebaikan bagi perawat itu sendiri jika dilakukan dengan ikhlas dan penuh kasih.

Penulis : Rosita (Airlangga Nursing Journalist)
Editor : Risky Nur Marcelina (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 119

Add comment


Security code
Refresh

Terpopuler