INFORMASI TEST ELPT (CLICK HERE) Ketahui Pentingnya Terapi Plasma Konvalesen untuk Pengobatan pada Penderita Covid-19

Ketahui Pentingnya Terapi Plasma Konvalesen untuk Pengobatan pada Penderita Covid-19

  • By Risky Nur Marcelina
  • In Ners News
  • Posted 23 November 2021

NERS NEWS—Project Based Learning (PJBL) baru saja diselenggarakan oleh mahasiswa kelompok 1 dari kelas A1 pada Sabtu (20/11/21) melalui zoom meeting. Kegiatan ini merupakan kegiatan proyek pertama yang dilaksanakan oleh angkatan 2020 pada mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah.

Tingginya kasus positif Covid-19 adalah disebabkan karena melemahnya sistem imun bagi para penderitanya. Saat ini maraknya terapi plasma konvalesen menjadi alternatif pengobatan untuk pasien dewasa Covid-19 dengan komorbid atau penyakit bawaan.

Maka dari itu para mahasiswa kelompok 1 mengangkat tema “Mengatasi Covid-19 dengan Terapi Plasma Konvalesen pada Orang Dewasa” untuk membahas lebih lanjut.

Terasa seperti angin segar bagi para penderita Covid-19 saat pemerintah menggencarkan gerakan terapi plasma konvalesen kepada masyarakat pada awal Januari lalu. Terapi plasma konvalesen diharapkan menjadi penyembuhan secara total bagi para penderita Covid-19. Plasma konvalesen adalah metode pengobatan yang kini digunakan untuk menangani pasien Covid-19, khususnya dengan gejala yang berat dengan cara memberikan donor plasma dari pasien yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan tanpa gejala.

Penerima donor plasma terdiri dari pasien Covid-19 yang mayoritas berada di usia di atas 50 tahun, dalam keadaan kritis, serta pasien yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan. Bukan tanpa persyaratan, para pendonor diharuskan telah sembuh dari infeksi dalam tiga bulan terakhir, diutamakan pendonor laki-laki atau perempuan yang belum pernah hamil, dengan tidak memiliki riwayat transfusi darah selama enam bulan terakhir. Pendonor juga diwajibkan memiliki berat badan minimal 55 kilogram dan berusia minimal 18 tahun.

Pada prosedur terapinya, pendonor diharuskan telah melakukan tes rapid antigen atau PCR dan pemeriksaan lainnya. Pengambilan donor plasma menggunakan mesin apheresis dengan dosis 200-300 ml per transfusinya. Dengan prosedur, sebelum dilakukan donor plasma konvalesen dokter atau perawat telah mensterilkan area kulit lengan dengan prosedur transfusi yang berlangsung selama 1-2 jam. Setelah dilakukan transfusi pasien harus diawasi oleh dokter atau perawat.

Wanita yang sedang menyusui tidak diperbolehkan untuk melakukan donor plasma konvalesen karena wanita menyusui darahnya mengandung HLA yang terbentuk selama proses kehamilan. HLA adalah singkatan dari Human Leucocyte Antigen yang merupakan antibodi yang berfungsi untuk menentukan reaksi tubuh jika menerima transfusi atau donor organ. Antibodi HLA dapat menjadi penyebab terjadinya Transfusion Related Acute Lung Injury (TRALI) pada transfusi darah. TRALI adalah kondisi edema paru atau paru yang membengkak disertai dengan hipoksia. TRALI terjadi pada enam jam pertama setelah dilakukan transfusi darah.

Namun, melihat dari betapa pentingnya terapi plasma konvalesen, masih sedikit para penderita Covid-19 dinyatakan sembuh untuk memiliki kesadaran dan berniat untuk mendonorkan plasmanya. Diharapkan dengan adanya webinar ini, masyarakat dapat mengerti akan kriteria pendonornya dan mengetahui pentingnya mendonor plasma konvalesen demi memberikan harapan hidup kepada penderita Covid-19 yang berjuang untuk sembuh.

Penulis : Dewi Rachmawati (Airlangga Nursing Journalist)
Editor : Risky Nur Marcelina (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 206