INFORMASI TEST ELPT (CLICK HERE) Mahasiswa Magister Keperawatan UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat Bertajuk Pencegahan Stunting melalui Pemberdayaan Kader

Mahasiswa Magister Keperawatan UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat Bertajuk Pencegahan Stunting melalui Pemberdayaan Kader

  • By Adelya Putri
  • In Ners News
  • Posted 25 November 2021

NERS NEWS - Mahasiswa Magister Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp UNAIR) angkatan ke-15 menggelar Pengabdian Masyarakat mengusung topik Pencegahan Stunting melalui Pemberdayaan Kader "Cara Pemberian Makan Anak dan Bayi (PMBA)" pada Rabu (17/11/2021). Pengmas dilakukan secara tatap muka dengan dihadiri oleh 20 kader stunting dan KPASI di Puskesmas Krembangan Selatan.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut merupakan bentuk implementasi FKp UNAIR dalam Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada bidang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).

Pengambilan tema tersebut dikarenakan mengingat stunting masih menjadi permasalahan pelik yang sampai saat ini belum terselesaikan. Stunting ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Hal tersebut merupakan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Stunting juga menjadi faktor risiko terjadinya kejadian kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal, menyebabkan perkembangan gerak menjadi terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental pada anak. Masalah ini menjadi ancaman serius terhadap anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Kegiatan pengmas kali ini merupakan langkah untuk promosi kesehatan, tidak hanya proses penyadaran masyarakat dalam pemberian dan peningkatan pengetahuan bidang kesehatan saja, tetapi juga sebagai upaya untuk menjembatani perubahan perilaku yang mendukung pencegahan stunting. Sasaran pengmas kader dirasa penting karena menjadi ujung tombak pelaksanaan promosi kesehatan secara aktif dan langsung berinteraksi dengan masyarakat.

"Nutrisi yang diperoleh sejak bayi lahir tentunya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya termasuk risiko terjadinya stunting. Tidak terlaksananya Inisiasi Menyusu Dini (IMD), gagalnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, dan proses penyapihan dini dapat menjadi salah satu faktor terjadinya stunting," ujar Wahyu salah satu mahasiswa yang menekankan pentingnya pemberian makan bayi dan anak.

"Sedangkan dari sisi pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) hal yang perlu diperhatikan adalah kuantitas, kualitas, dan keamanan pangan yang diberikan. Pemberian suplementasi pada bayi dan balita, suplementasi Fe pada ibu hamil, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil, pemenuhan gizi, pemantauan pertumbuhan balita di posyandu terdekat, serta terapkan perilaku hidup bersih dan sehat juga dilakukan untuk pencegahan stunting,” tambahnya.

Selain penjelasan mengenai stunting dan cara pemberian makan bayi dan anak, pengmas kali ini juga mensimulasikan bagaimana cara mengukur balita sehingga didapatkan hasil yang tepat untuk memastikan apakah balita benar mengalami stunting. Pengmas kali ini terlaksana dengan lancar dan mendapatkan respon yang positif dari kader.

 

Penulis: Neisya Pratiwindya Sudarsiwi

 

Pin It
Hits 159